Kalbe Sebut Industri Farmasi Tetap Tumbuh Positif di 2025 Meski Banyak Tantangan

2026-02-03 02:41:06
Kalbe Sebut Industri Farmasi Tetap Tumbuh Positif di 2025 Meski Banyak Tantangan
SUKABUMI, - Industri farmasi Indonesia diperkirakan tetap mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025, meski dibayangi sejumlah tantangan eksternal seperti volatilitas nilai tukar dan ketergantungan pada bahan baku impor.Optimisme tersebut disampaikan Head of Corporate PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), Hari Nugroho saat berbincang dengan Kompas.com di sela acara media gathering di Sukabumi.Menurut Hari, kondisi industri farmasi saat ini relatif stabil, didorong oleh meningkatnya kebutuhan kesehatan masyarakat dan strategi inovasi berbagai perusahaan.“Kami melihat industri farmasi tetap akan bertumbuh secara positif. Kebutuhan kesehatan terus meningkat dan mendorong permintaan obat-obatan, baik untuk segmen resep maupun produk kesehatan,” ujar Hari, Kamis .Baca juga: Kalbe Farma Catat Laba Rp 2,63 Triliun per Kuartal III-2025Ia menambahkan, Kalbe sendiri mencatat pertumbuhan sepanjang 2025, sejalan dengan tren positif industri secara keseluruhan.“Secara umum Kalbe masih stabil dan terus berkembang. Tahun ini juga growth,” katanya.Hari menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar industri saat ini adalah volatilitas nilai tukar USD/IDR.Pasalnya, sebagian besar bahan baku obat (BBO) masih harus diimpor karena keterbatasan ketersediaan di dalam negeri.“Mayoritas bahan baku masih impor. Karena itu, fluktuasi mata uang cukup berpengaruh bagi industri,” kata Hari.Untuk mengurangi risiko tersebut, Kalbe mulai menggunakan skema pembayaran dalam mata uang lokal negara mitra, khususnya Renminbi/Yuan untuk impor dari China.Perusahaan juga menyiapkan cadangan kas dolar AS sebagai mitigasi fluktuasi kurs. Di sisi lain, Kalbe terus mencari alternatif substitusi bahan baku lokal, terutama untuk produk berbasis bioteknologi yang dinilai lebih cepat dikembangkan di dalam negeri.Baca juga: Kalbe Farma (KLBF) Bakal Lakukan Buyback Saham Senilai Rp 250 MiliarTerkait ketegangan geopolitik global, termasuk hubungan AS–China, Hari menilai dampaknya tidak signifikan terhadap kinerja Kalbe.“Isu tarif dan lain-lain itu tidak terlalu besar. Dampak paling terasa tetap soal mata uang,” ujarnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-03 00:41