Kronologi Mobil Tabrak 2 Anak yang Berjongkok di Jatinegara

2026-02-03 03:49:13
Kronologi Mobil Tabrak 2 Anak yang Berjongkok di Jatinegara
JAKARTA, - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengungkap kronologi kendaraan roda empat yang melindas dua anak kecil di permukiman Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis ."Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, pada Kamis , saat sopir mobil berinisial PA (22) hendak masuk ke area parkir penitipan mobil di jalan Cipinang Jaya," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Minggu .Baca juga: Mobil Tabrak Sejumlah Anak yang Berjongkok di Jatinegara, 2 TerlukaSaat pengendara membelokkan kendaraan, langsung mengenai dua anak yang berada paling depan berinisial CDPK (10) dan AAS (2).Keduanya terseret dan terluka."CDPK mengalami luka pada bagian pelipis kanan robek, pipi kiri robek, pinggang lecet, sementara AAS mengalami luka pada bagian kaki kiri robek, kaki kanan memar, wajah lecet," kata Ruslani.Keduanya dirawat di RS Persahabatan Jakarta Timur. Sedangkan mobil, STNK, dan SIM milik pengemudi diamankan sebagai barang bukti."Saat ini kasus tersebut telah diselesaikan dengan musyawarah dan kekeluargaan, kedua anak tersebut juga telah keluar dari rumah sakit tersebut," ujar dia.Sebelumnya, dalam video yang diunggah akun @kabar.jaktim, terlihat empat orang anak sedang bermain di sebuah lahan dengan berjongkok.Baca juga: 50 Rumah Terbakar karena Kabel SUTET Putus di Palmerah, 350 Warga MengungsiVideo tersebut juga memperlihatkan dua dari empat orang anak terlindas oleh mobil tersebut.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-03 02:21