Singapura Akan Perketat Larangan Pakai HP di Sekolah

2026-02-04 17:53:44
Singapura Akan Perketat Larangan Pakai HP di Sekolah
Otoritas Singapura akan memberlakukan larangan penggunaan ponsel pintar dan jam tangan pintar yang lebih ketat di sekolah-sekolah menengah mulai Januari mendatang. Kementerian Pendidikan Singapura menyampaikan hal ini pada Senin (1/12/2025), sebagai bagian dari upaya global untuk memerangi gangguan digital.Pedoman yang berlaku saat ini di negara tersebut adalah melarang siswa sekolah menengah menggunakan perangkat ponsel mereka di dalam kelas.Kini, pedoman tersebut akan diperluas hingga mencakup waktu di luar jam pelajaran, dengan siswa diwajibkan menyimpan ponsel di tempat penyimpanan khusus seperti loker atau tas sekolah selama jam sekolah.Tujuannya adalah "menciptakan lingkungan sekolah yang memprioritaskan pembelajaran siswa dan meningkatkan keterlibatan mereka, mendorong kebiasaan yang lebih sehat dalam penggunaan layar HP dan kesejahteraan yang lebih baik", ungkap Kementerian Pendidikan, dilansir kantor berita AFP, Senin (1/12/2025)."Penggunaan layar HP di kalangan siswa telah terbukti menggantikan aktivitas penting seperti tidur, aktivitas fisik, dan interaksi sosial dengan teman dan keluarga," imbuh kementerian.Sekolah dapat mengizinkan penggunaan ponsel pintar sebagai pengecualian "jika diperlukan", ungkap Kementerian Pendidikan Singapura dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Minggu (1/12/2025).Menurut UNESCO, saat ini, semakin banyak negara yang mengambil tindakan serupa, dengan 40 persen sistem pendidikan kini melarang ponsel pintar di sekolah.Minggu depan, Australia akan melangkah lebih jauh dengan larangan media sosial pertama di dunia untuk anak-anak di bawah 16 tahun.Di situs webnya, UNESCO menyoroti beberapa larangan sekolah yang sangat ketat, seperti persyaratan di Zhengzhou, China, "bahwa orang tua harus memberikan persetujuan tertulis bahwa ponsel benar-benar diperlukan untuk alasan pedagogis".Tonton juga video "5 Kota Asia Terbaik di 2026, Ada Jakarta?"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-04 18:10