Korban Banjir Aceh Timur: Kami Mulai Kelaparan, Terkurung…

2026-01-12 06:43:54
Korban Banjir Aceh Timur: Kami Mulai Kelaparan, Terkurung…
– Banjir besar yang melanda Aceh Timur sejak Selasa menyebabkan warga terjebak tanpa akses keluar. Jalan putus, listrik padam, dan sinyal komunikasi hilang hampir total.“Kami di Aceh Timur mulai kelaparan. Akses jalan putus. Sinyal hp hilang, listrik padam, kami terkurung karena ketinggian air sejak hari Selasa, 2 meter lebih,” ujar Muhammad bin Ishak dalam pesan WhatsApp yang diterima Kompas.com, Minggu .Pria yang akrab disapa Cek Mad ini menjelaskan, kesempatan berkomunikasi sangat terbatas. Saat mengirimkan pesan tadi pun, ia menggunakan sinyal darurat di Pendopo Bupati Aceh Timur di Idi Rayeuk.“Saat ini saya dapat sinyal darurat di pendopo bupati, mungkin hanya sesaat,” katanya.Baca juga: Banjir Lumpuhkan Aceh Timur, Bupati: Kami Mohon Pak Gubernur dan Presiden Prabowo Bantu...Cek Mad menjelaskan, banjir di tempat tinggalnya menelan korban jiwa. Berdasarkan data sementara, terdapat sedikitnya 8 warga meninggal dunia. Rinciannya sebagai berikut:1. Kecamatan Peunaron: 1 orang2. Kecamatan Peureulak Barat: 2 orang3. Kecamatan Peudawa: 2 orang4. Kecamatan Ranto Peureulak: 1 orang5. Kecamatan Banda Alam: 1 orang6. Kecamatan Idi Tunong: 1 orangJumlah tersebut kemungkinan bertambah karena sebagian wilayah belum dapat dijangkau tim penyelamat.Seperti dua kecamatan yang sampai sekarang tidak dapat diakses yakni Kecamatan Peunaron dan Serbajadi. Longsor saat ini masih menutup jalan dengan material setinggi dua meter dan panjang sekitar 100 meter.Dok MUHAMMAD Kondisi terkini di Aceh Timur. Bantuan logistik sulit masuk karena jalan terputus banjir 2 meter.Cek Mad menceritakan, beberapa waktu lalu Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengajukan permintaan langsung kepada Presiden Prabowo agar bantuan bisa dikirim melalui udara.“Bapak Bupati minta ke Bapak Presiden agar bantuan sembako dibawa dengan helikopter, karena jalan darat tidak tembus ke Aceh Timur dan stok logistik habis,” tutur dia.Di tengah kondisi serba terbatas, warga Aceh Timur berharap upaya penyelamatan dan distribusi logistik dapat segera dilakukan melalui jalur udara.Banjir besar ini disebut sebagai salah satu yang terparah dalam satu dekade terakhir di wilayah Aceh Timur.


(prf/ega)