Daftar Motor yang Disuntik Mati pada Tahun 2025

2026-02-03 01:07:50
Daftar Motor yang Disuntik Mati pada Tahun 2025
JAKARTA, – Tahun 2025 menjadi momen penting bagi industri sepeda motor di Indonesia, sebab sejumlah model populer terpaksa berhenti produksi dan dipasarkan.Persaingan ketat, perubahan tren konsumen, serta penyederhanaan lini produk membuat beberapa pabrikan memilih menghentikan model lama demi fokus pada segmen yang dinilai lebih relevan. Berikut deretan motor yang resmi disuntik mati sepanjang 2025.Yamaha menjadi salah satu pabrikan yang mengambil keputusan besar pada akhir tahun, dengan menghentikan perjalanan Yamaha Vixion R.Motor sport naked ini kini tak lagi diproduksi, meski Vixion versi standar masih dipertahankan.Baca juga: Bolehkah Sering Fast Charging Mobil Listrik? Ini Kata AhliDok. YIMM Yamaha Vixion R 2022Konfirmasi tersebut disampaikan langsung oleh Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Rifki Maulana.“Vixion kan kita sudah discontinue ya Vixion-R. Sekarang kita masih sama XSR, R Series, kemudian WR Series, dan MT Series. Vixion masih ada yang standar, yang R-nya sudah enggak ada,” ujar Rifki di Jakarta, Sabtu .Pada November 2025, Vixion R masih dipasarkan di kisaran Rp 34.020.000, sementara Vixion standar dibanderol Rp 30.250.000.Baca juga: Dari Impor ke Ekosistem Industri, Begini Jejak Tumbuhnya Otomotif Indonesia yang Menggerakkan EkonomiDok. SIS Suzuki Avenis 125Dengan disuntik matinya Vixion R, Yamaha kini memfokuskan lini motor sport pada model-model lain yang dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini.Tak hanya Yamaha, Suzuki juga mengambil langkah serupa pada segmen skutik entry-level. Memasuki pertengahan 2025, Suzuki menghentikan penjualan Suzuki Avenis 125. Hilangnya model ini terungkap dari absennya Avenis di laman resmi Suzuki Indonesia per Juni 2025.Teuku Agha Alravy, 2W Sales & Marketing Department Head PT Suzuki Indomobil Sales, mengakui bahwa pihaknya sudah tidak lagi menjual model tersebut.Baca juga: Insentif Mobil Listrik Berakhir 2026: Apa Dampaknya?/Gilang Usai meluncur pada akhir Oktober 2022, Kompas.com mendapat kesempatan untuk menjajal Suzuki Avenis 125 selama satu pekan“Sudah enggak bisa (dipesan). Tahun 2025 ini sudah berhenti,” ujar Agha kepada Kompas.com .Saat meluncur pada akhir 2022, Avenis 125 dipasarkan Rp 29.970.000 OTR DKI Jakarta. Salah satu daya tariknya ada pada posisi tutup tangki bensin di bagian belakang, sehingga pengendara tak perlu membuka jok saat mengisi bahan bakar.Skutik ini juga dibekali tangki berkapasitas 5,2 liter, namun keunikannya belum cukup kuat untuk membuatnya bertahan di pasar dalam negeri.Baca juga: Teknik Aman Naik Motor di Jalan Licin Saat Musim HujanDok. TVS TVS RockzDari kubu TVS, model bebek TVS Rockz juga turut menghilang dari daftar produk yang dipasarkan di Indonesia. Motor yang sebelumnya dibanderol Rp 16.990.000 ini sempat dijual bersama TVS Neo XR yang dihargai Rp 14.700.000.Kini, TVS Rockz sudah tak lagi tersedia untuk pasar domestik dan hanya diprioritaskan untuk ekspor. Hal tersebut disampaikan oleh Ryan Rahadian, Head of Marketing PT TVS Motor Indonesia.“Masih ada tapi khusus pasar ekspor, sekarang hanya by order saja,” kata dia, kepada Kompas.com .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-02 23:45