Berapa Tarif Tol Jakarta-Jogja pada Nataru 2025/2026? Ini Hitung-hitungannya

2026-01-30 10:16:47
Berapa Tarif Tol Jakarta-Jogja pada Nataru 2025/2026? Ini Hitung-hitungannya
- Yogyakarta menjadi salah satu tujuan favorit warga Jakarta untuk menghabiskan waktu liburan Nataru 2025/2026.Banyak transportasi umum yang bisa digunakan untuk ke sana, seperti kereta api, pesawat, maupun bus.Namun tidak sedikit juga warga Jakarta yang mungkin lebih memilih menggunakan mobil pribadi untuk menuju Yogyakarta.Perjalanan Jakarta dan Yogyakarta pun kini sudah mulai tersambung dengan jalan tol, sehingga mobilitas warga semakin cepat.Lantas, berapa tarif tol dari Jakarta ke Yogyakarta?Baca juga: Mudik Nataru Mau Pakai Motor Listrik? Simak 3 Tips Ini biar Aman dan NyamanPT Jasa Marga membagikan rincian tarif tol seluruh Indonesia, termasuk dari Jakarta menuju Yogyakarta.Berdasarkan data Jasa Marga, estimasi total tarif tol Jakarta-Yogyakarta ialah sebesar Rp 589.500.Sehingga pengguna jalan tol disarankan untuk memiliki saldo e-toll yang lebih banyak daripada estimasi tarif tersebut.Dikutip dari Instagram Jasa Marga, berikut rincian tarif jalan tol Jakarta-Yogyakarta:Baca juga: Ini Rincian Harga Tiket Masuk Ancol pada Libur Nataru 2025/2026PT Jasa Marga juga memberikan diskon tarif tol sebesar 20 persen untuk perjalanan dari GT Cikampek Utama hingga GT Kalikangkung maupun sebaliknya pada periode libur Nataru 2025/2026.Namun, pemberlakuan yang kini tersedia hanya pada 31 Desember 2025. Sebelumnya, diskon tarif tol telah berlaku pada 22-23 Desember 2025.Berikut ini rincian tarif diskon asal GT Cikampek Utama menuju GT Kalikangkung yang berlaku pada 31 Desember 2025:Sedangkan rincian tarif dari GT Kalikangkung menuju GT Cikampek Utama yang berlaku pada 31 Desember 2025 ketika mendapat diskon, berikut ini:Baca juga: Keliling Yogyakarta dengan Bus Jogja Heritage Track, Bisa Jadi Pilihan untuk Libur Nataru 2025/2026Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Korlantas Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan memberlakukan skema lajur pasang surut atau contra flow pada periode libur Nataru 2025/2026.Contra flow tersebut diberlakukan pada KM 47 sampai KM 70 Tol Trans Jawa dan sebaliknya.Berikut jadwal dan lokasi pemberlakuan rekayasa lalu lintas contra flow selama libur Nataru 2025/2026:Ruas Tol Jakarta-Cikampek:Arah Jakarta (KM 70-KM 47):Baca juga: Dekat dari Yogyakarta, Ini 14 Umbul di Klaten untuk Isi Waktu Liburan Nataru 2025/2026


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-30 09:13