Pantauan Harga Telur Jelang Nataru 2025/2026, Bapanas Pastikan Stok Aman

2026-02-05 04:19:25
Pantauan Harga Telur Jelang Nataru 2025/2026, Bapanas Pastikan Stok Aman
- Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), telur sering kali mengalami peningkatan permintaan sekaligus lonjakan harga karena kurangnya ketersediaan.Bagaimana dengan tahun ini? Kelangkaan dan lonjakan harga telur mungkin yang diantisipasi oleh banyak orang.Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan telur ayam ras secara nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat menjelang Nataru 2025/2026.Baca juga: Janji Prabowo ke Petani Aceh Terdampak Bencana: Hapus Utang KUR, Pasok Pangan Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono menyampaikan bahwa telur ayam menjadi salah satu komoditas pangan prioritas yang terus dijaga pasokannya selama periode libur akhir tahun."Secara ketersediaan, kita aman dan cukup. Memang di perayaan hari besar keagamaan nasional, biasanya ada peningkatan kebutuhan bahan pangan," kata Maino di Jakarta, Senin , seperti dikutip Antara.Baca juga: BGN Buka Peluang Rekrut Lulusan Gizi dan Bidang Pangan untuk Dukung Program MBGBapanas mencatat adanya potensi peningkatan konsumsi telur ayam ras selama Natal dan Tahun Baru, utamanya karena aktivitas rumah tangga, seperti pembuatan kue dan peningkatan kegiatan konsumsi saat libur sekolah."Kalau bicara Natal dan tahun baru mungkin yang perlu kita perhatikan, sebagian besar masyarakat membuat kue, sehingga telur menjadi komoditas yang dibeli oleh masyarakat, sehingga ini menjadi perhatian kita. Tapi sekali lagi, ketersediaan kita cukup," jelas Maino.Ia menambahkan bahwa momentum libur sekolah turut mendorong kenaikan konsumsi pangan, meskipun lonjakannya tidak setinggi saat Ramadan dan Idul Fitri."Apalagi ini masuk liburan sekolah juga. Nah, tentunya salah satu peningkatan kebutuhan pangan juga karena masyarakat melaksanakan liburan," tambahnya.Baca juga: TNI AD Turun Tangan, Stabilkan Pasokan Bahan Pangan untuk Program MBGBerdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Telur Ayam Ras yang disusun Bapanas bersama pemangku kepentingan terkait, produksi telur ayam ras pada Desember 2025 diperkirakan mencapai 544,4 ribu ton.Sehingga, total ketersediaan telur ayam ras pada Desember 2025 diproyeksikan mencapai 655,5 ribu ton, setelah ditambahkan carry over stok November sebesar 111,1 ribu ton.Sementara itu, kebutuhan konsumsi telur ayam ras pada Desember 2025 diperkirakan meningkat 7,9 persen menjadi 581 ribu ton, dibandingkan November yang tercatat 538,3 ribu ton.Proyeksi kebutuhan tersebut mencakup konsumsi rumah tangga, nonrumah tangga, serta kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).Bapanas juga memproyeksikan stok akhir tahun telur ayam ras nasional pada 2025 akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.Stok akhir tahun 2025 diperkirakan mencapai 74,5 ribu ton, meningkat 154,2 persen dibandingkan stok akhir tahun 2024 yang berada di angka 29,3 ribu ton.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-05 02:36