Saat Dedi Mulyadi Dicari Anak-anak Sekolah Muara Gembong

2026-01-13 07:15:56
Saat Dedi Mulyadi Dicari Anak-anak Sekolah Muara Gembong
BEKASI, - Di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, anak-anak sekolah harus menghadapi tantangan berat setiap hari untuk pergi ke sekolah.Jalan yang rusak, banjir rob, dan akses terbatas memaksa sebagian siswa mengandalkan perahu atau speed boat untuk menempuh perjalanan.Kondisi ini memunculkan harapan dari anak-anak tersebut agar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung membantu memperbaiki akses menuju sekolah.Akses menuju sekolah di Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, tidak mudah dilalui para siswa.Jalan selebar 2–2,5 meter itu diapit perumahan warga di satu sisi dan aliran Sungai Citarum di sisi lain, sementara laut di belakang rumah warga tanpa tanggul membuat kawasan ini sering terendam banjir.Baca juga: Perjuangan Siswa Muara Gembong ke Sekolah, Menembus Banjir dan SungaiBanjir yang terjadi hampir setiap minggu merusak jalan, menimbulkan tanah merah, bebatuan tajam, dan lumpur, bahkan paving block yang sempat dipasang kini juga rusak.Kondisi ini memaksa beberapa siswa menggunakan perahu untuk pergi dan pulang sekolah.Putri (14), siswi kelas 2 MTs Nurul Ihsan di Kampung Blukbuk, setiap hari berangkat sekolah menggunakan speed boat bantuan perusahaan swasta.“Setiap hari berangkat sekolah naik perahu jam 06.00 WIB. Rumah saya di Kampung Gobah, depan rumah langsung dijemput perahu,” kata Putri.Ia membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari rumahnya ke sekolah menggunakan speed boat.Putri mengatakan jalan darat sebenarnya ada, tetapi rusak parah sehingga perjalanan tidak nyaman, baik dengan berjalan kaki maupun sepeda motor.Baca juga: Depok Blind Thrust: Jalur Gempa Aktif Tersembunyi di Selatan JakartaPengalaman pergi ke sekolah dengan perahu memberikan suka dan duka bagi anak-anak.“Sukanya seru sih sebenarnya naik perahu. Kalau dukanya, takut ada kendala yang gimana gitu, kalau arus kencang takut banget gitu,” ujar Putri.Ia pun berharap agar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bisa turun langsung ke Desa Pantai Bahagia untuk memperbaiki jalan.“Kang Deddy minta pertolongannya dong di sini. Di sini kan ada penghuni, datang ke sini lihat gimana kondisi di sini pengin dibangunin jalan,” jelas Putri.


(prf/ega)