INDRAMAYU, - Heru Apriangga (30) dan teman-temannya mengambil risiko besar saat berusaha menyelamatkan seorang anak yang terjebak di sungai pascabanjir bandang yang melanda Aceh.Heru merupakan pekerja bangunan asal Indramayu, Jawa Barat.Ketika banjir itu terjadi, ia dan teman-temannya sedang berada di Kabupaten Aceh Tengah untuk pekerjaan membangun markas Batalyon TNI, tepatnya di wilayah Pamar.Aksi heroik itu terjadi ketika Heru dan rombongan pekerja bangunan lainnya, yang berjumlah 12 orang, sedang dalam perjalanan jalan kaki ke luar dari tempat mereka yang terisolasi demi bisa bertahan hidup.Baca juga: Beras Langka, Penjual Nasi di Aceh Tengah Kini Berjualan MieDi tengah perjalanan, Heru dan rekan-rekannya harus menyeberangi sungai dengan hanya bantuan berupa tali.Di saat itulah mereka melihat ada seorang anak kecil terseret arus sungai.“Saya enggak tahu di wilayah apa itu, waktu itu kita tolongin, anak kecil, se SD-an mungkin usianya,” kata Heru saat menceritakan kisahnya ketika berjuang pulang dari lokasi terisolasi ketika ditemui di rumahnya di Blok Bungkul Barat, Desa Bojongsari, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu .Heru menuturkan, saat menyeberang itu, salah satu temannya berhasil meraih tubuh anak tersebut dan menariknya.Anak itu lalu dibawa ke tepi sungai. Menurut Heru, anak itu masih hidup dan menangis, sedangkan kondisi tubuhnya dipenuhi lumpur.Setelah berhasil menyeberang, ia dan teman-temannya mengantarkan anak tersebut kepada sekelompok orang yang berada tidak jauh dari sungai sambil melanjutkan perjalanan.“Kami bilang enggak tahu ini anak siapa, lalu kami ceritakan kejadiannya. Di situ juga ada anggota TNI dan yang lainnya, mereka mengucapkan terima kasih,” ujar Heru.Baca juga: Bendera Putih Berkibar di Aceh, Warga Menyerah dan Butuh Bantuan Dalam perjalanan panjang menyusuri hutan dan permukiman yang hancur akibat banjir itu, Heru mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga.Ia terharu melihat solidaritas warga di lokasi bencana yang saling membantu, bahkan kepada orang yang tidak dikenal.Heru bercerita, setelah berjalan kaki berhari-hari, ia dan teman-temannya hanya makan apa pun yang bisa mereka temui, serta minum dari air yang bercampur lumpur.Saat tiba di sebuah perkampungan, Heru dan teman-temannya bertemu dengan warga yang berbaik hati memberi mereka makan.
(prf/ega)
Cerita Haru Pekerja Bangunan Indramayu, Selamatkan Anak Terseret Arus dan Bertahan Hidup Pascabanjir Aceh
2026-01-11 22:24:20
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:33
| 2026-01-11 22:20
| 2026-01-11 22:11
| 2026-01-11 22:01
| 2026-01-11 21:34










































