- Minat wisata halal terus meningkat di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah negara kini memperluas layanan makanan halal, menyediakan fasilitas ibadah, hingga menghadirkan hotel ramah wisatawan Muslim untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.Laporan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2025 kembali menampilkan negara-negara yang dinilai paling ramah bagi wisatawan Muslim. Penilaian mencakup ketersediaan makanan halal, kemudahan ibadah, akomodasi ramah keluarga, hingga pengalaman wisata berbasis budaya.Pada 2025, indeks wisata ramah Muslim dunia GMTI menorehkan perubahan signifikan, yaitu Indonesia yang dalam dua tahun sebelumnya selalu menduduki puncak harus turun ke urutan kelima.Baca juga: 4 Tips Wisata Halal di Hong Kong ala Michelle ZiudithGMTI mengevaluasi destinasi melalui empat domain utama, yaitu:Karena standar ini, negara-negara pesaing berhasil “menyalip” Indonesia dengan lompatan pada aspek layanan dan infrastruktur wisata ramah Muslim.Baca juga: 5 Wisata Halal di Selandia Baru Bagian Selatan, Bisa Naik KayakGlobal Muslim Travel Index mencatat tiga faktor utama pendorong popularitas wisata halal:1. Meningkatnya mobilitas wisatawan Muslim internasional.2. Kenyamanan akses makanan halal dan fasilitas ibadah3. Tren “safe food” serta preferensi makanan berbahan alami4. Negara yang menyediakan transparansi bahan makanan, label halal resmi, dan akomodasi ramah Muslim dinilai semakin diminati.Berikut 10 negara teratas beserta rekomendasi destinasi dan kuliner khas yang menjadi favorit turis Muslim sepanjang 2025:KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Menara kembar di Kuala Lumpur, Malaysia.Malaysia mempertahankan posisi puncak berkat sertifikasi halal JAKIM yang diakui luas dan fasilitas Muslim-friendly yang merata. Kuala Lumpur dengan Menara Kembar Petronas, Penang dengan kota tuanya yang artistik, hingga Melaka dengan sejarah kolonialnya jadi destinasi utama. Untuk kuliner, wisatawan banyak memburu nasi lemak, roti canai, char kuey teow halal, hingga nasi kandar khas Penang.Turki berada di posisi kedua berkat kombinasi wisata sejarah, budaya, dan pengalaman spiritual yang kuat. Istanbul tetap magnet utama lewat Hagia Sophia, Blue Mosque, dan Grand Bazaar. Cappadocia dengan balon udaranya menjadi destinasi ikonik lain yang tak pernah sepi. Kuliner yang paling dicari turis antara lain kebab, pide, baklava, serta menemen.Dok. Unsplash/Mishaal Zahed Ilustrasi jalan di Kota Riyadh, Arab Saudi.Selain menjadi pusat perjalanan ibadah, Arab Saudi kini memperluas sektor pariwisata melalui destinasi seperti Riyadh, Diriyah, hingga kawasan futuristik di Neom. AlUla dengan tebing batu dan situs arkeologinya juga semakin populer. Wisatawan biasanya menikmati kabsa, mandi, mutabbaq, hingga kunafa sebagai sajian favorit.UEA menonjol dengan fasilitas wisata kelas dunia. Dubai menawarkan Burj Khalifa, Museum of the Future, hingga Dubai Mall, sementara Abu Dhabi terkenal dengan Masjid Sheikh Zayed dan Louvre Abu Dhabi. Kuliner yang banyak diburu meliputi shawarma, falafel, machboos, dan luqaimat.
(prf/ega)
10 Negara dengan Wisata Ramah Muslim 2025, Bisa Jadi Ide Liburan
2026-01-12 04:31:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:15
| 2026-01-12 03:53
| 2026-01-12 03:28
| 2026-01-12 02:53










































