[HOAKS] Peringatan Gempa Magnitudo 7 hingga 9 di Sulbar dan Sulsel

2026-01-15 13:25:58
[HOAKS] Peringatan Gempa Magnitudo 7 hingga 9 di Sulbar dan Sulsel
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar. - Di media sosial tersiar peringatan gempa sesar di wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) dan Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan magnitudo antara 7 hingga 9.Pengguna media sosial menyebarkan peringatan tersebut antara 18-20 Desember 2025.Namun, setelah ditelusuri Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.Peringatan gempa hingga Magnitudo 9 di Sulbar dan Sulsel diunggah oleh akun Facebook ini dan ini, serta Instagram ini dan ini.Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Kamis :@Hard_Gumay ramalan 2023 Heboh video sebelum di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar nampaknya "UFO Langit Awan TSUNAMI " Waspada : SIAGA GEMPA SESAR: 7,7 atau 7,9 ... !!! Susulan di Polewali Mandar, Pinrang, Kota Pare-Pare, dan Makassar digoyang ada terasa ke Majene, Mamuju, di PALU.akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Kamis , mengenai peringatan gempa hingga Magnitudo 9 di Sulbar dan Sulsel.Kepala Pelaksana BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah di Mamuju memastikan informasi yang beredar di media sosial tidak benar.Ia telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gowa dan memastikan tidak ada peringatan dini resmi dari instansi dari instansi tersebut."Tidak ada yang bisa memprediksi kapan, di mana, dan berapa kekuatannya akan terjadinya gempa bumi," demikian kata Yasir dikutip dari Antara."Jadi, kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik dan tidak mudah percaya pada isu atau pesan berantai yang sumbernya tidak jelas," ucapnya.Bantahan mengenai hoaks disebut juga diterbitkan melalui situs web Pemprov Sulbar.Berdasarkan keterangan BMKG yang diterima Kompas.com, gempa tektonik dengan Magnitudo 5,2 tercatat terjadi di wilayah Gorontalo pada 20 Desember 2025.Namun gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Setelahnya, tidak ada catatan gempa dengan Magnitudo lebih dari 7 di wilayah Sulawesi.Narasi mengenai peringatan gempa hingga Magnitudo 9 di Sulbar dan Sulsel merupakan hoaks.BMKG tidak pernah mencatat adanya gempa berkekuatan lebih dari M 7 di wilayah Sulawesi antara 18-20 Desember 2025.BPDB menegaskan, tidak ada yang dapat memprediksi kapan, di mana, dan berapa kekuatan gempa.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-15 12:08