Sepasang Kekasih Buang Bayi dalam Styrofoam di Sleman Tertangkap, Sempat Cari Panti Asuhan

2026-01-12 04:09:54
Sepasang Kekasih Buang Bayi dalam Styrofoam di Sleman Tertangkap, Sempat Cari Panti Asuhan
YOGYAKARTA, - Polisi berhasil menangkap pelaku pembuangan bayi dalam kotak styrofoam di wilayah Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman.Pelaku merupakan sepasang kekasih asal Semarang, Jawa Tengah. Mereka sempat berniat menitipkan bayi itu ke panti asuhan."Kedua pelaku ditangkap pada 30 Oktober 2025 di Tembalang, Jawa Tengah," ujar Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, dalam jumpa pers, Kamis .Dua orang pelaku yang ditangkap berinisial BRI (28), laki-laki, alamat Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, dan inisial DAJ (21), perempuan, alamat Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah."Yang BRI sudah bekerja dan DAJ mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Jawa Tengah. Selama ini keduanya tinggal di Semarang," ucapnya.Mateus Wiwit menyampaikan, bahwa pelaku DAJ sebelumnya melakukan persalinan di salah satu rumah sakit di Semarang, Jawa Tengah.Baca juga: Bayi Perempuan Ditemukan dalam Kotak Styrofoam di Prambanan Guna menutupi aib memiliki anak di luar nikah, usai persalinan itu, BRI menyampaikan kepada DAJ bahwa mereka akan menyerahkan bayi tersebut ke panti asuhan di daerah Jawa Timur.Sepasang kekasih ini lantas mengendarai mobil berangkat dari Semarang menuju ke Jawa Timur dengan membawa bayi yang baru dilahirkan.Namun, di tengah perjalanan, BRI berubah pikiran dan memutuskan untuk mencari panti asuhan di Yogyakarta.Pelaku sempat mencari informasi di handphone dengan kata kunci panti asuhan.Kemudian, mereka diarahkan ke satu titik lokasi. "Kemudian didapatlah arah yang mana tidak diketahui itu panti asuhan atau bukan. Kemudian, karena panik atau kalut, pagi-pagi (bayi) diletakkan di TKP tanpa mengetahui di situ ada panti asuhan atau bukan," urainya.Baca juga: Motif Ibu Buang Bayi ke Saluran Air di Cipete Terungkap, Ini AlasannyaMateus Wiwit mengungkapkan bahwa kedua pelaku meletakkan bayi mereka di dalam kotak styrofoam yang dibeli dari warung."Dalam perjalanan mampir di toko kemudian beli styrofoam, mungkin karena merasa kasihan untuk menghangatkan. Selama perjalanan (bayi) tidak ditaruh di styrofoam, tapi digendong oleh ibunya (DAJ)," urainya.Berdasarkan pemeriksaan dan keterangan, usia bayi saat diletakkan di TKP masih satu hari usai dilahirkan."Motif pelaku menutupi kehamilan atau kelahiran," tuturnya.Baca juga: Sempat Dirawat, Balita Korban Kecelakaan Kereta di Sleman Meninggal Dunia


(prf/ega)