Dua Kubu di Keraton Surakarta Gelar Peringatan 40 Hari Wafatnya Pakubuwono XIII Secara Terpisah

2026-01-12 03:43:43
Dua Kubu di Keraton Surakarta Gelar Peringatan 40 Hari Wafatnya Pakubuwono XIII Secara Terpisah
- Dua kubu di Keraton Kasunanan Surakarta kembali memperlihatkan perbedaan sikap terkait peringatan 40 hari wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII.Masing-masing kubu menjadwalkan acara doa pada hari berbeda dan belum sepakat soal lokasi.Acara ini digelar sebagai tradisi penting pasca wafatnya raja pada Minggu .Situasi tersebut menunjukkan persoalan penerus tahta masih memanas dan belum menemukan titik temu.Baca juga: Keraton Surakarta Segera Kirim Pemberitahuan Resmi soal Bebadan Baru ke PemerintahPihak Pakubuwono XIV Hangabehi akan menggelar peringatan 40 hari pada Rabu .Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) KPH Eddy Wirabhumi mengatakan pihaknya belum memutuskan lokasi penyelenggaraan.“Kalau kita ya biasa. Tempatnya barat kayanya Kamis malam Jumat. Kalau kita Rabu malam Kamis. Kalau mereka yang saya baca edaran ke media di masjid sama Parasdya. Kalau kita saya belum tahu apa di Semorokoto atau Hondrowino,” jelasnya.Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menyebarkan undangan khusus kepada tokoh atau pejabat.Baca juga: PB XIV Hamengkunegoro Angkat Abdi Dalem Baru, Libatkan Tokoh Nasional hingga Figur MudaHingga kini Maha Menteri KG Panembahan Agung Tedjowulan belum memastikan kehadirannya di acara kubu Hangabehi.“Biasa, nggak ada yang khusus. Nggak (tamu yang diundang). Sentono dan abdi dalem. Tanya yang bersangkutan (Gusti Tedjowulan),” tutur KPH Eddy.Di kubu lain, Penghageng Sasana Wilapa, GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani memastikan 40 harian Pakubuwono XIII digelar Kamis .“Terbuka untuk umum. Monggo masyarakat yang akan mendoakan,” jelas GKR Panembahan Timoer.Ia mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan berbusana ketika memasuki lingkungan keraton.“Dengan adanya syarat-syarat. Kalau perempuan tidak boleh memakai celana panjang, tidak boleh memakai kaos dan jeans,” terangnya.Menurutnya, acara doa ini tak membutuhkan validasi siapa pun dan fokus pada penghormatan kepada mendiang PB XIII.


(prf/ega)