Polda Papua Sita 97.3 Kg Ganja, Masuk dari PNG, Pakai Modus Barter Motor hingga HP

2026-01-12 06:35:53
Polda Papua Sita 97.3 Kg Ganja, Masuk dari PNG, Pakai Modus Barter Motor hingga HP
JAYAPURA, – Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua membongkar 133 kasus peredaran narkoba di wilayah Papua, dengan membekuk 167 tersangka hingga bulan Oktober 2025 lalu. “Sejak Januari hingga Oktober, kita telah menangani total 133 kasus narkotika dan menetapkan 167 tersangka.""Dari jumlah itu, 152 orang adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan 15 orang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Papua Nugini (PNG).""Para tersangka ini berperan sebagai bandar, pemakai, pengedar, serta kurir," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Papua, Kombes Pol Alfian, di Jayapura, Selasa .Baca juga: ASN Legok Ditangkap karena Terlibat Jaringan Ganja Lintas ProvinsiDari 133 kasus tersebut, kata Alfian, disita barang bukti narkotika jenis ganja sebanyak 97,3 kilogram. Jumlah tersebut melampaui jumlah sitaan sepanjang 2024 yang sebanyak 85 kilogram.Berdasarkan pemeriksaan dan pengakuan tersangka, mayoritas ganja tersebut diselundupkan dari PNG dengan modus barter.“Modus yang digunakan adalah sistem barter, di mana ganja ditukar dengan kendaraan bermotor maupun barang elektronik seperti TV dan handphone."Baca juga: Positif Ganja dan Ekstasi, Mengapa Onad Disebut Korban Penyalahgunaan Narkoba?"Jadi, memang ganja ini tidak hanya diperjualbelikan, tapi mereka gunakan untuk barter,” sambung Alfian.Alfian menyebut, daerah perbatasan menjadi pintu masuk paling rawan bagi penyelundupan narkoba.“Untuk wilayah Kota Jayapura, itu masuk melalui Skouw. Para pelaku memanfaatkan 'jalur tikus' darat dan laut.""Sementara di wilayah Merauke (Papua Selatan), penyelundupan bahkan hanya memakan waktu tempuh sekitar satu jam,” sambung dia.Baca juga: Buron 10 Tahun, Terpidana Seumur Hidup 355 Kg Ganja di Medan DitangkapSelain pasokan dari PNG, polisi juga menemukan ladang ganja yang ditanam secara lokal oleh warga di sekitar perbatasan.“Kita juga menemukan adanya ladang ganja lokal di beberapa wilayah, seperti Keerom, Kota Jayapura, Pegunungan Bintang, bahkan Wamena (Papua Pegunungan). Itu ada warga yang menanam dan memasok,” tutur dia.Alfian lalu menekankan pentingnya tanggung jawab bersama antara kepolisian, BNN, Dinas Sosial, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkotika."Ini demi menyelamatkan generasi penerus bangsa," kata dia.


(prf/ega)