Bupati Aceh Tamiang Menangis Lihat Kondisi Pascabencana: Bagaimanapun Saya Bagian dari Warga...

2026-01-11 23:30:04
Bupati Aceh Tamiang Menangis Lihat Kondisi Pascabencana: Bagaimanapun Saya Bagian dari Warga...
ACEH, - Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi mengaku tak kuasa menahan tangis ketika melihat langsung kondisi wilayah dan warganya pascabencana yang melanda akhir November 2025 tersebut.Armia menegaskan, dirinya adalah bagian dari masyarakat yang terdampak, sehingga merasakan betul duka dan kesulitan warganya.“Saya kadang-kadang melihat kondisi pada siang hari dan baru saya menangis, terus terang saja bapak, bagaimanapun juga saya adalah bagian dari mereka,” ujar Armia dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar DPR RI di Aceh, Selasa .Oleh karena itu, Armia pun memastikan dirinya tidak akan lari dari tanggung jawab untuk melaksanakan tugas pemulihan pascabencana.Baca juga: Bupati Aceh Tamiang Sebut Listrik hingga Sinyal Internet Sudah MenyalaMenurut Armia, komitmen untuk tetap berada di garis depan pemulihan adalah tanggung jawab moral yang tidak bisa ditinggalkan.“Saya kadang-kadang berjalan kaki maupun naik sepeda motor, walaupun orang entah apa yang mereka sampaikan kepada kami, kami tidak ada masalah. Kami tetap ada di tengah masyarakat kami, dan kami tidak pernah lari. Kami ada untuk mereka demi untuk membantu mereka,” tutur Armia.Armia pun kemudian menyinggung latar belakang dirinya yang berstatus pensiunan jenderal polisi.Oleh karena itu, dirinya sudah terbiasa tegak lurus dalam menjalankan tugas dan tidak ada meninggalnya dalam kondisi apa pun.“Mimpi saya adalah, saya pensiunan jenderal, tidak mungkin saya lari dari tanggung jawab ini. Saya tetap tegak lurus dan saya akan pantau terus dalam enam bulan ini agar semua tuntas, sehingga nanti bapak pimpinan bisa melihat bagaimana perubahan yang akan terjadi,” jelas Armia.Baca juga: Aceh Tamiang Usai Banjir: 4.839 Rumah Hilang, Beberapa Desa Betul-betul RaibPernyataan itu disampaikan Armia setelah menjelaskan kondisi terkini wilayah Aceh Tamiang pascabencana dan upaya yang dilakukan.Tercatat, 4.839 rumah warga hilang dan lebih dari 33.000 lainnya rusak.Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan usulan pembangunan hunian sementara dan tetap bagi warga.“Kami sudah menyiapkan untuk pembangunan huntara dan huntap, baik itu tanah yang merupakan aset pemerintah daerah dan juga kami juga sudah menyurati beberapa perusahaan HGU,” ujarnya.Di samping itu, pemerintah daerah telah mengusulkan estimasi kebutuhan hidup harian masyarakat terdampak, terutama untuk pemenuhan sembako selama enam bulan ke depan.“Kemudian kami laporkan juga bahwa kami sudah mengusulkan estimasi untuk kehidupan sehari-hari masyarakat kami, terutama dalam sembako,” ujar Armia.Dia menyebutkan, perhitungan tersebut mencakup kebutuhan beras, minyak goreng, telur, dan bahan pokok lainnya untuk periode Januari hingga Juni.Baca juga: Aceh Tamiang Butuh Banyak Alat Berat, 216 Desa Masih Tertimbun Lumpur“Karena ini penting sekali kita berhitung, karena saya sudah melihat kebutuhan masyarakat yang terimbas ini cukup parah sehingga kehidupan mereka memprihatinkan,” kata Armia.Oleh karena itu, dia pun berharap agar pemerintah pusat dapat memberikan dukungan semaksimal mungkin untuk kebutuhan hidup bagi masyarakat terdampak.“Jadi, bapak pimpinan, harapan kami adalah demikian. Jika bisa ada jatah hidup untuk mereka, karena imbas ekonomi juga berat,” pungkasnya.


(prf/ega)