Kata Dermatolog Soal Pengaruh Iklim pada Masalah Kulit Orang Indonesia

2026-01-11 03:32:42
Kata Dermatolog Soal Pengaruh Iklim pada Masalah Kulit Orang Indonesia
- Masalah kulit yang sering dialami masyarakat Indonesia, seperti wajah berminyak, pori-pori besar, hingga flek hitam, tidak lepas dari pengaruh iklim tropis yang panas dan lembap, paparan sinar matahari sepanjang tahun, serta polusi udara.Menurut Dermatolog dan Skin Expert, dr. Claudia Christin, MBBS., Ph.D., kondisi geografis dan iklim Indonesia membentuk karakteristik masalah kulit yang cukup unik dibandingkan negara dengan empat musim.“Sebagai orang-orang yang tinggal di iklim tropis, yang panas, dan juga lembap, memang kondisi kulit di negara kita  agak unik,” kata dr. Claudia dalam acara Sungboon Editor di Veranda Hotel Pakubuwono, Jakarta Selatan, Selasa .Baca juga: Cegah Minyak Berlebih? Ini Panduan Simpel untuk Kulit Lebih SehatMenurut dr. Claudia, keluhan kulit yang paling sering ditemui pada masyarakat Indonesia berawal dari produksi minyak yang berlebih. Hal ini berkaitan erat dengan cuaca panas dan tingkat kelembapan yang tinggi.“Biasanya keluhan utama yang sering datang itu adalah permasalahan produksi minyak berlebih. Karena kita panas, lembap, jadi berminyak terus rasanya,” jelasnya.Produksi minyak yang berlebihan ini kemudian memicu masalah lain, seperti pori-pori yang tampak lebih besar. Kondisi tersebut kerap menjadi kekhawatiran banyak orang karena memengaruhi tampilan kulit secara keseluruhan.“Terus berikutnya kalau minyaknya berlebih pasti pori-pori jadi tampak lebih besar, itu juga jadi permasalahan,” lanjutnya.Baca juga: Jangan Asal Lakukan Perawatan Laser untuk Hiperpigmentasi Kulit, Mengapa?Selain minyak dan pori-pori, paparan sinar matahari menjadi faktor penting lain yang memengaruhi kesehatan kulit di Indonesia. Berbeda dengan negara empat musim, masyarakat Indonesia terpapar sinar UV dengan intensitas tinggi hampir sepanjang tahun.“Karena paparan sinar matahari itu setahun penuh, itu pasti mengakibatkan juga masalah hiperpigmentasi,” ujar dr. Claudia.Hiperpigmentasi atau noda gelap pada kulit ini menjadi salah satu masalah yang paling sering dikeluhkan, terutama pada area wajah yang terpapar sinar matahari secara langsung dalam jangka panjang.Baca juga: Wajah Sering Terpapar Polusi, Wajib Double Cleansing!Bagi mereka yang tinggal di kota besar, tantangan kulit menjadi makin kompleks. Dr. Claudia menuturkan bahwa paparan polusi dan radikal bebas sehari-hari dapat memperburuk masalah kulit yang sudah ada.“Ditambah lagi, buat kita-kita yang tinggal di kota besar, kita selalu terpapar sama radikal bebas dan juga polusi,” katanya.Paparan dari lingkungan ini membuat kulit harus bekerja ekstra keras untuk melindungi dirinya, sehingga risiko gangguan kesehatan kulit pun meningkat.Baca juga: 11 Cara Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak Menurut AhliBerbagai faktor eksternal tersebut dapat berdampak besar pada kondisi skin barrier. Menurut dr. Claudia, skin barrier berperan sebagai pertahanan utama kulit terhadap paparan dari luar.


(prf/ega)

Berita Lainnya