JAKARTA, — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno optimistis penyelenggaraan Jakarta Job Fair 2025 dapat menjadi solusi untuk menekan angka pengangguran di ibu kota.Optimisme itu disampaikan saat membuka secara resmi gelaran Jakarta Job Fair 2025 pada Kamis di Balai Kartini, Jakarta Selatan."Dari awal, saya datang ke job fair hari ini, rasanya saya optimistis. Begitu saya masuk, kayaknya dada saya optimistis bahwa job fair ini akan sukses," ujar Rano saat membuka acara Jakarta Jobfest, Kamis.Baca juga: Rano Karno Dorong Pencari Kerja Jakarta Manfaatkan Peluang di Pasar GlobalData Badan Pusat Statistik mengungkap masih ada sekitar 330.000 warga Jakarta yang merupakan pengangguran terbuka, membuat Jakarta masih berada dalam 10 besar jajaran daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi.Meski angka tersebut telah menurun sekitar 6,5 persen dibanding tahun lalu, tetapi Rano meminta agar penyerapan tenaga kerja tetap menjadi prioritas, salah satunya lewat Jobfest."Insya Allah dengan job fair ini, minimal teman-teman, anak-anak kita tahu bagaimana cara mendapat pekerjaan. Insya Allah kita akan tekan terus angka pengangguran," ujarnya.Adapun, Jakarta Jobfest 2025 turut menghadirkan 12.000 lowongan pekerjaan melalui 90 perusahaan, termasuk 20 perusahaan internasional.Rano juga mendorong agar pencari kerja di Jakarta tidak hanya fokus pada pasar domestik, tetapi juga ke internasional."Kalau kita maknai, 'job' itu bukan bahasa kita. Itu bahasa asing. Artinya, 'job' ini adalah sangat dunia. Bukan hanya di Jakarta, bukan hanya di Indonesia, tapi kesempatan bekerja di luar negeri jauh lebih besar," jelas dia.Salah satunya Jepang, negara yang disebut Rano membutuhkan hampir 750.000 tenaga kerja setiap tahun.Baca juga: Siap-siap, Pemprov DKI Buka 1.000 Lowongan untuk Sopir Transjakarta"Kebutuhan tenaga kerjanya itu ada caregiver, itu biasa jaga orang tua. Kemudian ada industri, kemudian ada hospitality, segala macam," sambungnya.Namun, kendala utama yang dimiliki oleh para tenaga kerja Indonesia untuk bisa bekerja di luar negeri adalah bahasa."Sebetulnya anak-anak kita sudah siap buat bekerja, cuman problematik usaha pertama adalah bahasa. Kendala di kita, kita tidak pernah mempersiapkan bahasa sejak awal," ucap Rano.Karenanya, Rano menyebut telah memerintahkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk menambahkan bahasa asing sebagai pilihan dalam kurikulum pelajaran mulai tahun depan, termasuk di sekolah-sekolah kejuruan seperti sekolah kesehatan, sekolah keperawatan, dan teknik."Dia bisa bahasa Jepang, bisa bahasa Inggris, bisa bahasa Mandarin, bisa bahasa Arab, segala macam. Karena inilah dunia sedang bergerak untuk mencari pekerjaan," kata dia.
(prf/ega)
Jobfest 2025 Tawarkan 12.000 Lowongan, Rano Yakin Bisa Tekan Pengangguran
2026-01-12 05:41:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:03
| 2026-01-12 06:01
| 2026-01-12 05:55
| 2026-01-12 04:23
| 2026-01-12 04:01










































