Perum Dinar Indah Semarang Kembali Tergenang Imbas Luapan Sungai

2026-01-17 08:32:50
Perum Dinar Indah Semarang Kembali Tergenang Imbas Luapan Sungai
SEMARANG, - Perumahan Dinar Indah, Semarang, Jawa Tengah, kembali tergenang akibat luapan air sungai pada Rabu .Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengatakan genangan terjadi karena limpasan air dari wilayah atas."Ada limpahan air dari atas Kabupaten Ungaran ya," kata Endro, Rabu.Baca juga: Hujan Disertai Angin Kencang, Bengkel Ambruk dan Rumah di Semarang Rusak BPBD memantau hujan dengan intensitas cukup lebat di wilayah atas selama sekitar 30 menit.Untuk mengantisipasi luapan lebih luas, BPBD berkoordinasi dengan penjaga pintu air Pucang Gading."Sehingga keenam pintu langsung dibuka semua," ungkap Endro.Ia menyebut kondisi air kini sudah surut."Sekarang relatif sudah tidak ada air," ujarnya.Ketua RW 26 Perumahan Dinar Indah, Catur, mengatakan tanggul di dekat permukiman tidak mampu menahan luapan air sungai."Iya karena air sungai tinggi sehingga air dari Dinar gak bisa masuk ke sungai akhirnya naik," ungkapnya.Baca juga: Banjir di Perum Dinar Indah Semarang Belum Surut, Warga Mengungsi ke MasjidBeberapa tahun lalu, Perumahan Dinar Indah sempat terendam banjir akibat luapan Sungai Babon. Dalam kejadian tersebut, satu warga meninggal karena terjebak di rumah saat banjir.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-01-17 06:12