Apa Itu Gray Divorce? Menikah Puluhan Tahun, Bercerai di Usia Senja

2026-01-12 08:36:50
Apa Itu Gray Divorce? Menikah Puluhan Tahun, Bercerai di Usia Senja
- Pengadilan Agama Bandung mengonfirmasi adanya gugatan cerai yang diajukan oleh Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Atalia Praratya, terhadap suaminya, mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.Panitera PA Bandung, Dede Supriadi, menyatakan bahwa perkara tersebut telah resmi terdaftar dan tengah memasuki tahapan awal persidangan.“Perkara ini memang sudah masuk dan sidang perdana dijadwalkan minggu ini,” ujar Dede dikutip dari Kompas.com, Senin .Gugatan cerai tersebut diajukan melalui kuasa hukum Atalia, sedangkan materi gugatan dan nomor perkara masih dirahasiakan pihak pengadilan.Baca juga: Sidang Cerai Marissa Anita: Tahap Mediasi Tunggu Pihak PengadilanFenomena perceraian ini kemudian menjadi sorotan publik karena dikaitkan dengan gray divorce atau grey divorce (perceraian abu-abu), istilah untuk perceraian pasangan yang berusia 50 tahun ke atas atau setelah menikah dalam jangka waktu panjang.Istilah ini mencerminkan dinamika psikologis dan emosional pasangan yang mencari pemenuhan diri di usia senja, biasanya setelah berakhirnya peran sebagai orang tua dan timbulnya jarak emosional di antara pasangan.Lantas, apa dan bagaimana gray divorce?Baca juga: Benarkah Menikah pada Usia 35 Tahun Lebih “Anti-cerai”? Ini Kata PsikologFreepik/Ekaterina Pereslavtseva Ilustrasi grey divorcePsikolog Danti Wulan Manunggal dari Ibunda.id menjelaskan Grey Divorce adalah perceraian yang terjadi pada pasangan berusia 50 tahun ke atas, biasanya setelah menjalani pernikahan panjang.Fenomena ini lahir dari interaksi kompleks antara perubahan tahapan hidup, identitas individu, dan dinamika hubungan yang menumpuk bertahun-tahun."Grey divorce tidak hanya sekadar perpisahan, melainkan juga cerminan dari kebutuhan individu untuk menemukan kembali kebahagiaan dan makna hidup di usia senja," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa .Baca juga: Marissa Anita Gugat Cerai, Siapa Sosok Suami dan Apa Agenda Sidangnya?Danti Wulan menyoroti beberapa faktor psikologis yang kerap memicu grey divorce, beberapa di antaranya:“Kehilangan peran sebagai orang tua sering membuat pasangan merasa hanya tinggal dua orang asing yang hidup berdampingan, tanpa kedekatan emosional yang berarti,” ujar Danti.Saat anak-anak dewasa meninggalkan rumah, banyak pasangan menyadari ikatan utama mereka hilang.Kondisi ini memicu krisis identitas dan pertanyaan eksistensial terkait makna dan tujuan hidup.Baca juga: Na Daehoon dan Julia Prastini, dari Pasangan Harmonis ke Proses Cerai di Pengadilan


(prf/ega)