Petani Segel Pelabuhan Pakai Traktor, Muak Subsidi Tak Kunjung Cair

2026-01-12 05:28:09
Petani Segel Pelabuhan Pakai Traktor, Muak Subsidi Tak Kunjung Cair
ATHENA, - Para petani di Yunani menggelar aksi demontsrasi sampai menyegel dan memblokade pelabuhan utama dengan traktor selama beberapa jam. Mereka mendesak penyaluran subsidi segera dicairkan.Subsidi dari Uni Eropa bagi petani di Yunani tertunda karena ada penyelidikan yang sedang berlangsung atas klaim subsidi palsu selama bertahun-tahun. Pemerintah Yunani sampai menggelar rapat darurat pada Rabu untuk menanggapi aksi protes petani yang semakin meluas hingga memlokade pelabuhan utama Volos.Baca juga: Diplomasi dari Secangkir Kopi, Dekatkan Petani Indonesia dengan Konsumen MarokoPerdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis memimpin langsung rapat tersebut, sebagaimana dilansir AFP.Aksi blokade tersebut bahkan didukung oleh nelayan dengan memarkir perahu mereka di pintu masuk pelabuhan.Volos, yang merupakan salah satu pelabuhan utama Yunani, memiliki peran penting sebagai pintu gerbang menuju Thessaly, wilayah pertanian utama di negara tersebut.Laporan dari TV negara ERT menyebutkan, lebih dari seratus truk yang membawa gandum untuk tujuan Tunisia dijadwalkan berangkat pada Rabu.Baca juga: Terpukul oleh Tarif Trump, Petani di India Ingin Ganti ProfesiDimitris Loufopoulos, seorang petani gandum berusia 37 tahun, mengatakan kepada AFP bahwa mereka tidak akan mundur. "Ini adalah masalah apakah kami bisa terus memproduksi bahan makanan berkualitas, apakah kami bisa bertahan hidup dengan cara yang terhormat," ujarnya. "Ini lebih dari sekadar masalah Yunani, ini masalah Eropa," tambahnya.Aksi ini merupakan kelanjutan dari serangkaian protes dari petani di seluruh Yunani yang memasuki minggu kedua.Sebelumnya, para petani di Pulau Kreta memblokade dua bandara utama pulau itu selama beberapa jam pada Senin .Baca juga: Petani Afsel Umpankan 2 Wanita ke Babi demi Hilangkan Bukti PembunuhanSelama berbulan-bulan, Pemerintah Yunani pusing tujuh keliling menangani skandal subsidi pertanian yang tengah diselidiki oleh pihak berwenang Uni Eropa.Skandal tersebut menyebabkan keterlambatan pembayaran subsidi bagi puluhan ribu petani.Pemerintah Yunani berjanji akan mengalokasikan dana tambahan untuk petani yang berhak.Baca juga: Tarif Impor Trump untuk RI Turun, tapi Petani Indonesia Bisa TerdampakSaat ini, banyak petani menghadapi tekanan besar akibat harga hasil pertanian yang rendah, biaya energi yang lebih tinggi, dan wabah cacar domba yang merugikan.Pada Mei, jaksa Uni Eropa mengungkapkan bahwa ribuan orang yang diduga selama bertahun-tahun telah mengajukan klaim subsidi untuk tanah yang bukan milik mereka, serta melebih-lebihkan jumlah ternak.Pejabat Yunani mengatakan, ada lebih dari 30 juta euro atau sekitar Rp 582 miliar klaim palsu telah dibuat. Praktik ini diduga telah berlangsung setidaknya sejak 2018, yang mengakibatkan kerugian sebesar 70 juta euro atau sekitar Rp 1,3 triliun setiap tahun bagi petani yang berhak mendapatkan subsidi.Baca juga: Sambaran Petir di India Tewaskan 33 Orang, Mayoritas Petani dan Buruh


(prf/ega)