Harga Cabai di Sumenep Naik, Warga Diimbau Tidak "Panic Buying"

2026-01-12 03:16:51
Harga Cabai di Sumenep Naik, Warga Diimbau Tidak
SUMENEP, - Memasuki pertengahan Desember 2025, harga telur dan cabai mulai naik di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.Di Pasar Tradisional Kecamatan Gapura, harga telur tercatat mencapai Rp 32.500 per kilogram. Sedangkan harga cabai kecil melonjak hingga Rp 95.000 per kilogram.Sementara itu, di Pasar Tradisional Anom, Kecamatan Kota Sumenep, harga telur Rp 32.000 per kilogram, dan harga cabai kecil terpantau berada di kisaran Rp 75.000 per kilogram.Padahal sebelumnya, harga telur hanya berkisar Rp 28.000 per kilogram. Sedangkan harga cabai kecil sebelumnya kisaran Rp 30.000 per kilogram.Baca juga: Harga Cabai di Semarang Rp 90.000 per Kilogram, Pemkot Sebut Rantai Pasok Jadi PenyebabSeorang pembeli di pasar tradisional Gapura, Mina, mengatakan bahwa kenaikan harga sudah terjadi sekitar sepekan.“Kenaikan harga ini sudah terjadi sekitar seminggu lebih,” kata Mina kepada Kompas.com, Kamis .Menurut Mina, kenaikan harga itu membuatnya harus lebih berhitung saat belanja.“Karena harga naik, saya terpaksa mengurangi konsumsi telur dan cabai,” ujarnya.Pembeli lainnya di Pasar Anom Baru, Halima, mengatakan bahwa dia sudah memahami pola naik-turun harga menjelang akhir tahun.“Memang setiap akhir tahun ada saja kebutuhan dapur yang ikut naik,” katanya kepada Kompas.com.“Saya sudah terbiasa menghadapi kondisi seperti ini menjelang pergantian tahun,” ujarnya lagi.Baca juga: Mendag Cek Pasar di Pontianak: Klaim Harga Stabil, Bawang di Bawah AcuanSementara itu, Kepala UPT Pasar Anom Baru Kecamatan Kota Sumenep, Ibnu Hajar mengatakan bahwa  kenaikan harga kerap terjadi menjelang hari besar.“Kenaikan harga seperti ini memang sering terjadi saat Natal dan Tahun Baru,” kata Ibnu.Menurut dia, lonjakan itu tidak selalu berkaitan dengan pasokan. Tetapi, karena momentum sejumlah hari besar.“Biasanya kenaikan bukan karena stok kurang, tapi karena momennya saja,” ujarnya.Ibnu menjelaskan, harga biasanya kembali stabil setelah momen libur berakhir.Dia pun memperkirakan bahwa harga akan kembali stabil pada akhir bulan atau awal tahun mendatang.Kemudian, Ibnu mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aksi borong. Sebab, perilaku tersebut justru dapat memicu lonjakan harga.“Diharapkan warga tidak panic buying. Kalau terjadi panic buying, harga bisa makin melambung,” kata Ibnu.Baca juga: Harga Cabai di Sidoarjo Tembus Rp 100.000 per Kg, Pedagang Keluhkan Pembeli Berkurang


(prf/ega)