SERANG, - Polres Serang menyebut kekerasan seksual mendominasi jenis kekerasan terhadap anak sepanjang Januari hingga Desember 2025.Kepala Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Serang, AKP Andi Kurniady ES mengatakan, ada 176 kasus kekerasan anak yang dilaporkan oleh masyarakat sepanjang tahun 2025.Dari jumlah itu, 132 berhasil diungkap dengan 136 tersangka yang telah ditetapkan di proses hukum."Jumlahnya kasus meningkat 5 persen dari tahun sebelumnya," kata Andi kepada wartawan di kantornya, Selasa .Baca juga: Tak Ada Kembang Api di Alun-alun Gunungkidul Saat Tahun Baru, Diganti Renungan di Pantai SepanjangDikatakan Andi, peningkatan jumlah kasus dikarenakan salah satu faktornya sudah mulai beraninya korban untuk bercerita dan melaporkan kepada pihak kepolisian."Ada beberapa penyebab (kasus meningkat) memang. Yang pertama karena sekarang itu korban itu sudah berani speak up. Dulu kan (dianggapnya) aib oleh korban," ungkap Andi.Selain itu, masyarakat pun mendukung dan memberikan perlindungan kepada korban kekerasan anak maupun seksual untuk melaporkan pelaku ke kepolisian.Dari total kasus yang dilaporkan, kata Andi, pelaku yang mendominasi adalah orang yang dikenal oleh korban seperti ayah, tetangga, guru, teman hingga tokoh agama.Baca juga: Kenalan via Medsos, Perempuan Magelang Jadi Korban Kekerasan Seksual Kakak Beradik di Kulon ProgoJika perbandingan, lanjut Andi, dari 10 kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dilaporkan, hanya satu kasus pelakunya yang tidak dikenal. Sedangkan 9 kasus pelakunya orang dikenal."Pelaku ini orang yang dikenal. Kenal dalam artian gini, dia (antara korban dan pelaku) satu lingkungan tetangga, satu lingkungan keluarga, satu lingkungan tempat nongkrong," ujar Andi.Andi menyebut, kasus kekerasan anak yang mendominasi di tahun ini adalah kekerasan seksual kepada anak dibawah umur.Berdasarkan catatan Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres Serang ada sebanyak 117 kasus yang dilaporkan.Dari perkara yang dilaporkan tersebut, 78 perkara berhasil diungkap dengan 86 tersangka yang telah ditangkap dan diproses hukum."Korbannya itu datang dari orang dekat. Anak kecil, anak dibawah umur itu tidak ada kekuatan dan upaya melawan," kata Andi.Baca juga: Vonis 11 Tahun Penjara untuk F, Guru Ngaji Pelaku Kekerasan Seksual di YogyakartaDari hasil pemeriksaan, faktor penyebab pelaku melakukan kekerasan karena dampak media sosial.Media sosial memfasilitasi pelaku untuk melakukan pelecehan dan memperbesar pengaruh nafsu, lingkungan serta akses pornografi."Rata-rata saat di cek HP-nya (pelaku) itu (medsos). Sama ada kesempatan dan ditambah pengaruh miras dan obat-obatan golongan G," tandas dia.
(prf/ega)
Kekerasan Seksual Meningkat di Serang Banten, Polisi: Korban Sudah Berani Lapor
2026-01-12 06:24:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:13
| 2026-01-12 06:11
| 2026-01-12 06:03
| 2026-01-12 04:26










































