Lewat Kampus Patriot, Indonesia Ajak China Kembangkan Ekosistem SDM di Kawasan Transmigrasi

2026-01-12 06:18:52
Lewat Kampus Patriot, Indonesia Ajak China Kembangkan Ekosistem SDM di Kawasan Transmigrasi
- Pemerintah Indonesia berupaya memperkuat kerja sama dengan China dalam pengembangan ekosistem industri transmigrasi.Sebagai upaya mewujudkan hal tersebut, Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara memperkenalkan inisiatif strategis bernama Kampus Patriot, pusat pendidikan vokasi dan riset yang akan menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia (SDM) di kawasan transmigrasi.Inisiatif itu diperkenalkan Iftitah dalam Forum China (Hubei)–Indonesia Economic and Trade Investment Cooperation Promotion Conference, perusahaan konstruksi dan energi terkemuka asal China, di Provinsi Hubei, China, Selasa .“Setiap kawasan transmigrasi akan memiliki Kampus Patriot, pusat vokasi, dan riset untuk melatih tenaga kerja lokal dalam keterampilan teknis, industri, dan digital guna menopang investasi,” ujar Iftitah dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa .Baca juga: Menteri Transmigrasi Bidik Pembangunan Kampus Patriot di Selaparang, Cikal Bakal “Silicon Valley” RI Kampus Patriot merupakan bagian dari konsep Transmigrasi 5.0, yaitu model pembangunan transmigrasi modern yang mengintegrasikan perumahan, industri, dan pengembangan SDM dalam satu ekosistem ekonomi terpadu.Setiap kampus akan berfungsi sebagai pusat pelatihan keterampilan, inovasi, dan teknologi yang berorientasi pada kebutuhan industri di kawasan transmigrasi.“Ini sejalan dengan warisan Gezhouba yang telah memberdayakan puluhan ribu pekerja lokal di seluruh dunia. Sebab, kemajuan hanya bermakna bila rakyat ikut naik bersama,” kata Iftitah.Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa pembangunan transmigrasi ke depan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kapasitas manusia.Baca juga: Indonesia Terinspirasi Program China, Transmigrasi Bukan Sekadar PindahKampus Patriot menjadi simbol pergeseran paradigma dari relokasi penduduk menjadi pembangunan peradaban.“Mari (melalui) forum ini menjadi langkah pertama menuju masa depan industri bersama antara Indonesia dan China. Terima kasih. Bersama, mari kita tidak hanya membangun proyek, tetapi membangun masa depan,” tegas Iftitah.


(prf/ega)