Dosen UKIM dan UNPATTI Berkolaborasi Tingkatkan Ketahanan Gizi dan Ekonomi Desa Kawa lewat Program Kosabangsa

2026-02-05 19:01:08
Dosen UKIM dan UNPATTI Berkolaborasi Tingkatkan Ketahanan Gizi dan Ekonomi Desa Kawa lewat Program Kosabangsa
— Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) berkolaborasi dengan Universitas Pattimura (UNPATTI) menjalankan Program Kosabangsa di Desa Kawa, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.Kolaborasi itu bertujuan meningkatkan nilai tambah ikan tuna lokal menjadi pangan fungsional serta memperkuat ketahanan gizi dan ekonomi warga.Ketua Tim Pelaksana Program Kosabangsa UKIM Ns Sinthia Rosanti Maelissa MKep, SpKepK, menjelaskan, inisiatif itu muncul dari potensi tuna yang melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal serta angka stunting yang masih relatif tinggi di wilayah tersebut.“Pemilihan Desa Kawa didasarkan pada ketersediaan tuna hasil tangkapan nelayan yang sangat melimpah, tetapi belum dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, tantangan stunting masih nyata,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Senin .Pelaksanaan program tersebut dilakukan Tim Pelaksana UKIM yang dipimpin Ns Sinthia Rosanti Maelissa dengan anggota Ns Devita Madiuw, MKep, dan Hennie Tuhuteru, MKom.Sementara itu, tim Pendamping dari UNPATTI diketuai Prof Natelda R Timisela, SP, MP, dengan anggota Prof Febby J Polnaya, SP, MP, dan Dr Ir Cindi R Loppies, MSi.Mitra sasaran mencakup Kelompok Pokhlasar Lestari Mekar serta Kelompok Kader Posyandu Desa Kawa.Penyelenggaraan program diawali dengan focus group discussion (FGD) bersama mitra dan pemerintah desa untuk menyepakati kebutuhan serta tahap pelaksanaan.Selanjutnya, tim memberikan pelatihan teknologi pengolahan ikan berbasis surimi kepada Kelompok Pokhlasar Lestari Mekar untuk menghasilkan produk bernilai tambah, seperti abon, bakso, otak-otak, dan tempura.Untuk menjaga mutu dan meningkatkan daya saing, peserta juga dibekali pelatihan pengemasan, penentuan tanggal kedaluwarsa, penyiapan perizinan (halal dan BPOM), serta pemasaran digital.Pada kunjungan berikutnya, tim mengajarkan pembuatan tepung tulang ikan menggunakan teknologi cabinet dryer hybrid sebagai upaya pemanfaatan limbah bernilai ekonomi.Penguatan gizi dengan deteksi dini stunting dan PMT berbasis ikanUntuk kader posyandu, program berfokus pada pelatihan deteksi dini stunting untuk balita dan ibu hamil menggunakan koper gizi, buku pedoman deteksi, dan instrumen SIDIK SIAMA.Para kader juga dilatih mengolah ikan menjadi pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi untuk mendukung penurunan angka stunting.dok. UKIM Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) berkolaborasi dengan Universitas Pattimura (UNPATTI) menjalankan Program Kosabangsa di Desa Kawa, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.Kegiatan turut dihadiri pemerintah desa dan petugas puskesmas pembantu. Mereka pun menyampaikan apresiasi atas manfaat langsung yang dirasakan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan layanan kesehatan masyarakat.Sebagai penguatan keberlanjutan, tim pelaksana program juga menyerahkan perangkat teknologi dan inovasi kepada kedua mitra.Penjabat (Pj) Kepala Desa Kawa Abuhaer Kilwou, SPd, pun menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.“Kami sangat mengapresiasi tim dari UKIM dan UNPATTI, terutama dukungan dari kementerian. Ilmu dan bantuan alat yang diberikan sangat membantu peningkatan skala produksi dan pengendalian stunting di Desa Kawa,” tuturnya.Untuk diketahui, program Kosabangsa didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek).Tim Pelaksana Program Kosabangsa UKIM pun menyampaikan terima kasih kepada DPPM-Kemendiktisaintek, LLDIKTI Wilayah XII, LPM UKIM dan UNPATTI, serta Pemerintah Desa Kawa atas dukungan penuh sehingga rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-05 18:00