- Maha Menteri KG Panembahan Agung Tedjowulan menegaskan tidak akan menghadiri jumenengan atau upacara kenaikan tahta KGPAA Hamengkunegoro, yang dijadwalkan berlangsung hari ini Sabtu .Dia menilai prosesi tersebut dilaksanakan terlalu tergesa-gesa dan belum sesuai adat maupun masa berkabung.“Bisa jadi apa nggak saya nggak tahu saya. Mau saya 40 hari dulu. Kalau belum bisa 100 hari. Kalau nekat mau diapakan. Kan aturannya ada. Aturan secara agama, secara adat, dan pemerintah. Kalau nekat dipikir untuk apa. Saya ada undangan ke Hongkong. Kemungkinan di luar negeri saya,” jelas Tedjowulan, Kamis malam.Pada Kamis , Tedjowulan menghadiri penobatan KGPH Hangabehi sebagai Pakubuwono XIV di Sasana Handrawina.Baca juga: Saling Klaim Takhta Raja Keraton Surakarta, Hamengkunegoro dan HangabehiIa mengaku tidak dapat menolak ketika disungkemi, sehingga seolah-olah penobatan itu telah sah.“Rembugan pernah dengan saya. Kira-kira siapa yang akan menggantikan. Disebut ya Mangkubumi itu. Tapi belum pernah diajak bicara tadi siang pengukuhan dan sebagainya. Fait accompli mungkin ya,” ungkap Tedjowulan.Ia menegaskan berharap seluruh pihak menahan diri hingga masa berkabung 40 hari selesai.Namun, kedua kubu justru segera mendeklarasikan diri sebagai pewaris takhta, termasuk Hamengkunegoro saat pemberangkatan jenazah ayahnya pada Rabu .“Mau saya dunungke. Kenapa harus tergesa-gesa. Sudah saya sampaikan 40 hari lah. Tapi mungkin nggak sabar dan sebagainya. Ada kegiatan tahu-tahu diminta menyaksikan. Ada pengikraran penobatan menjadikan Hangabehi/Mangkubumi menjadi pewaris Pakubuwono XIII Pangeran Pati,” tuturnya.Menurut Tedjowulan, penobatan dua kubu tersebut belum sah secara adat.Ia menegaskan dirinya masih berlaku sebagai raja ad interim Keraton Kasunanan Surakarta.“Di depan orang banyak diminta restu disungkemi orang tua ya sudah saya kasih restu. Prinsipnya saya tidak tahu ada acara itu. Salaman sudah selesai saya,” jelasnya.Tedjowulan juga mempertanyakan pihak yang berwenang menaikkan takhta kedua kubu itu.Saat dirinya dinobatkan sebagai Pakubuwono XIII, ada tiga penghageng yang terlibat.“Untuk menyikapi itu saya akan berpedoman 40 hari. Sebetulnya kalau penobatan itu nanti kan duduk dijampar yang menobatkan siapa leluhur eyangnya siapa. Lembaganya sudah ada sebetulnya. Saya dulu jadi Sri Susuhunan Pakubuwono XIII tiga penghageng waktu itu,” katanya.
(prf/ega)
Maha Menteri Tedjowulan Menolak Hadiri Upacara Takhta PB XIV, Minta Hormati Masa Berkabung
2026-01-13 06:19:22
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 05:23
| 2026-01-13 05:08
| 2026-01-13 04:37
| 2026-01-13 04:21
| 2026-01-13 04:16










































