- Dongeng Natal berjudul “Bintang yang Sombong” yang dikutip dari buku “Dongeng Natal” menghadirkan kisah sarat pesan moral tentang kesombongan, kerja sama, dan makna kebersamaan yang sejati dalam perayaan Natal.Dongeng Natal ini berlatar sebuah toko di ujung jalan, ketika salju turun lebat menutupi permukaan tanah.Di dalam toko, berbagai pernak-pernik hiasan Natal tersusun rapi di rak panjang.Ketika malam semakin larut, terjadilah percakapan di antara hiasan-hiasan tersebut, mulai dari bola Natal, lampu kelap-kelip, boneka Santa, hingga sebuah bintang yang merasa dirinya paling penting.Baca juga: Tidak Boleh Ada Gangguan atau Pembubaran Perayaan Natal di SalatigaDalam dongeng Natal ini, Bintang digambarkan sebagai pernak-pernik yang angkuh dan merasa memiliki peran paling besar dalam menghiasi pohon Natal. Ia yakin tanpa dirinya, keindahan Natal tidak akan sempurna.“Aku pasti yang paling banyak dibeli, tanpa aku tidak akan sempurna keindahan kalian,” kata Bintang dengan nada sombong.Ucapan tersebut memicu ketegangan dengan pernak-pernik lain. Bola Natal menegur sikap Bintang yang dianggap meremehkan peran hiasan lainnya.“Kalau kita tidak mau berfungsi, kau juga tidak akan indah,” ujar Bola Natal.Namun, Bintang tetap bersikukuh. Ia merasa cahayanya sendiri sudah cukup untuk membuat pohon Natal tampak menawan.Baca juga: Balai Kota Jakarta Berhias Natal, Pilar dan Teras Dipenuhi Kain dan BungaMerasa direndahkan, pernak-pernik Natal lainnya pun diam-diam menyusun kesepakatan. Mereka sepakat untuk memberi pelajaran kepada Bintang agar menyadari bahwa keindahan Natal lahir dari kebersamaan, bukan dari satu peran saja.Rencana tersebut dilaksanakan pada malam Natal yang penuh cinta kasih dan kedamaian, sebagaimana diingatkan oleh Kapas Putih.“Rencana ini harus dilakukan dengan penuh cinta kasih dan kedamaian, jangan terlalu kejam,” kata Kapas Putih.Kesepakatan itu pun disetujui. Hingga pagi tiba, suasana toko berubah ketika seorang ayah dan anaknya datang untuk membeli pohon Natal beserta pernak-perniknya.Baca juga: Lengkap, Harga Tiket dan Jadwal Buka Ancol Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026Dongeng Natal “Bintang yang Sombong” kemudian berpindah latar ke sebuah rumah sederhana pada 24 Desember, sehari menjelang Natal.Di rumah itu, seorang ibu bersama anak-anaknya, Molly dan Brian, menghias pohon Natal dengan penuh keceriaan.
(prf/ega)
Dongeng Natal “Bintang yang Sombong”, Kisah Kerendahan Hati di Malam Natal
2026-01-12 04:42:36
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:12
| 2026-01-12 04:47
| 2026-01-12 04:15
| 2026-01-12 02:38
| 2026-01-12 02:36










































