AirNav Ambon Siap Layani Navigasi Penerbangan saat Libur Tahun Baru

2026-02-05 14:23:51
AirNav Ambon Siap Layani Navigasi Penerbangan saat Libur Tahun Baru
AirNav Indonesia cabang Ambon memastikan kesiapan penuh layanan navigasi penerbangan di wilayah timur Indonesia pada masa angkutan natal 2025 dan tahun baru 2026. Hingga Desember, AirNav cabang Ambon telah melayani 1.597 pergerakan pesawat.AirNav Indonesia cabang Ambon telah membuka posko monitoring dan pengendalian nataru 2025/2026 menghadapi periode liburan natal dan tahun baru. Posko tersebut dibuka langsung oleh Direktur Operasi Airnav Indonesia, Setio Anggoro.Saat ini kondisi cuaca menjadi tantangan, terutama terkait adanya pergerakan siklon pada akhir tahun. AirNav memastikan kesiapannya dalam pelayanan navigasi penerbangan yang optimal di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat."Challenge yang terbesar adalah cuaca, karena cuaca di Indonesia terutama bulan Desember itu amat sangat jelek, dari November BMKG melaporkan ada pergerakan bibit siklon, dan itu merubah pergerakan pesawat yang ada di bandara, seperti di Ambon dilaporkan cukup tinggi, terjadinya go round," kata Setio Anggoro, dalam keterangannya Rabu (30/12/2025)."Namun, AirNav selalu ada di ruang udara Indonesia, semangat untuk berlibur bersama keluarga, AirNav selalu siap melayani penerbangan di Indonesia, harapannya masyarakat bisa menikmati liburan bersama keluarga dan kembali ke rumah dengan selamat," ujarnya.Diketahui, selama periode 1 hingga 29 Desember 2025, AirNav Indonesia cabang ambon dan klaster wilayah kerjanya telah melayani 1.597 pergerakan pesawat. Angka ini menunjukkan tingginya aktivitas penerbangan di wilayah timur Indonesia yang harus diimbangi dengan layanan navigasi penerbangan yang andal, aman dan berstandar tinggi.Oleh karena itu, AirNav Indonesia menyiagakan seluruh personel operasional, memastikan keandalan sistem dan fasilitas navigasi penerbangan, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan selama periode nataru.Posko nataru AirNav Indonesia cabang ambon berfungsi sebagai pusat monitoring, koordinasi, komunikasi dan informasi, yang beroperasi selama masa angkutan natal dan tahun baru. Seluruh layanan dilaksanakan dengan mengedepankan standar keselamatan penerbangan tertinggi, kepatuhan terhadap prosedur operasional serta kesiapan mitigasi risiko terhadap potensi gangguan operasional, termasuk dinamika cuaca di wilayah Maluku.General Manager AirNav cabang Ambon, Rony Nugraha, mengatakan, AirNav cabang Ambon siap untuk melaksanakan Nataru, dengan 4 persiapan, yaitu personil, fasilitas, prosedur dan Indonesia Network Management Center."Satu hari itu dua kali kita koordinasi dengan kantor pusat melalui Indonesia network management center sebagai command center kami, terkait dengan traffic dan hal-hal lain yang perlu kita sampaikan," kata Rony.Selain kesiapan sumber daya manusia, Airnav Indonesia cabang Ambon juga memastikan keandalan fasilitas komunikasi, navigasi dan surveilans serta kesiapan prosedur kontinjensi, untuk mengantisipasi peningkatan trafik penerbangan selama periode libur akhir tahun.Melalui kesiapan tersebut, Airnav Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga keselamatan dan kelancaran layanan navigasi penerbangan, sekaligus menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna transportasi udara di wilayah timur Indonesia, selama natal 2025 dan tahun baru 2026.Simak juga Video: Menyongsong 2026: Masa Depan Dunia Penerbangan Indonesia[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-05 13:44