JAKARTA, - Pemerintah telah merealisasikan belanja negara Rp 2.593 triliun atau 73,5 persen dari pagu hingga Oktober 2025.Angka ini terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 1.879,6 triliun atau 70,6 persen dan transfer ke daerah (TKD) Rp 713,4 triliun atau 82,6 persen dari outlook.“Belanja pemerintah pusat memberikan dorongan bagi aktivitas ekonomi dan pertumbuhan,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis .Baca juga: Negosiasi RI–AS Hampir Final, Pertamina Bisa Belanja Energi LangsungSuahasil menjelaskan realisasi belanja pemerintah pusat tercatat lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Belanja kementerian/lembaga (K/L) mencapai Rp 961,2 triliun.Belanja pegawai terealisasi Rp 262,7 triliun atau 86,2 persen dari outlook. Anggaran ini dialokasikan untuk ASN pusat sebanyak 1,2 juta orang, TNI/Polri 1 juta orang, serta guru 4,2 juta orang.Belanja barang mencapai Rp 344,9 triliun atau 72,3 persen dari outlook. Anggaran ini digunakan untuk layanan masyarakat seperti BOS, layanan pendidikan, subsidi biodiesel, penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pemeliharaan sarana dan prasarana.Belanja modal mencapai Rp 206,4 triliun atau 59,9 persen dari outlook. Realisasi ini turun 5,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.Baca juga: Proyeksi Defisit APBN Melebar, IMF Minta Indonesia Hati-hati Kelola FiskalBelanja non-K/L mencapai Rp 918,4 triliun. Adapun TKD disalurkan untuk mendukung layanan publik daerah, meski sedikit lebih rendah dari realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 722,2 triliun.Suahasil menegaskan belanja barang akan terus didorong hingga akhir tahun agar dampaknya terhadap perekonomian makin terasa.
(prf/ega)
Belanja Negara Tembus 73,5 Persen, Pemerintah Genjot Realisasi hingga Akhir Tahun
2026-01-11 23:03:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:10
| 2026-01-11 22:29
| 2026-01-11 22:19
| 2026-01-11 22:10
| 2026-01-11 20:47










































