SEMARANG, - Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jawa Tengah menggelar hasil pemeriksaan atas dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum berinisial AKBP Basuki.Dalam gelar perkara itu, AKBP Basuki diduga melakukan pelanggaran kode etik profesi Polri dan memutuskan penempatan dalam ruang khusus (patsus) terhadap AKBP B selama 20 hari, terhitung mulai 19 November hingga 8 Desember 2025.Dalam gelar perkara itu, AKBP Basuki diduga melakukan pelanggaran kode etik berupa tinggal bersama seorang wanita berinisial D (35) tanpa ikatan perkawinan yang sah.Baca juga: AKBP Basuki Dipatsus 20 Hari, Diduga Terlibat Satu KK dengan Dosen Untag Semarang yang Tewas di HotelPerempuan yang merupakan dosen sebuah universitas di Kota Semarang itu ditemukan tewas pada 17 November 2025 di sebuah kamar kos di wilayah Gajahmungkur, Kota Semarang.Kabid Propam Polda Jawa Tengah, Kombes Saiful Anwar, menyampaikan bahwa keputusan penempatan khusus ini merupakan bentuk penegakan aturan dan komitmen Propam dalam memastikan pemeriksaan berjalan objektif dan terukur.“Penempatan khusus ini dilakukan sebagai bagian dari proses pemeriksaan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan AKBP B," kata Saiful, Kamis .Patsus merupakan langkah awal agar pemeriksaan dapat berjalan secara profesional dan transparan. "Dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.Diungkapkan pula bahwa hasil gelar perkara ini merupakan wujud komitmen Polda Jawa Tengah untuk bersikap tegas terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan anggota Polri.“Tidak ada pengecualian dalam penegakan aturan. Siapapun anggota yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan, tanpa memandang pangkat maupun jabatan,” tandasnya.Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Dwi Subagio, mengaku mendengar kabar bahwa korban dan AKBP B satu kartu keluarga setelah bertemu dengan mahasiswa dari kampus tempat korban mengajar."Ini yang baru kami tahu," kata Dwi.Untuk itu, dia juga meminta agar masyarakat yang mengetahui soal peristiwa itu melaporkan ke penyidik. "Kami akan dalami itu," ujar dia.Dwi tak membantah di beberapa momen korban dan AKBP Basuki diketahui beraktivitas bersama.Namun, dia belum bisa membocorkan secara detail karena masih dalam pendalaman."Sedang kami dalami bagaimana hubungan sebenarnya antara mereka ini," lanjutnya.
(prf/ega)
Sebelum Meninggal, Dosen Perempuan yang Tewas di Hotel Semarang Ternyata Tinggal Bersama Polisi
2026-01-12 10:49:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 11:24
| 2026-01-12 11:13
| 2026-01-12 10:43
| 2026-01-12 10:38
| 2026-01-12 10:36










































