JAKARTA, — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, kebijakan memasukkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai penerima fasilitas transportasi umum gratis bukan dibuat tanpa pertimbangan.Ia menyebut tidak semua ASN di Jakarta memiliki penghasilan tinggi sehingga membutuhkan dukungan biaya mobilitas.“Kenapa kemudian ASN itu digratiskan? Itu kebijakan yang diambil karena bagaimanapun ASN di DKI Jakarta enggak semuanya gajinya gede,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu .Pramono mengatakan, memang ada sebagian pejabat yang memiliki penghasilan mencukupi, namun hal tersebut tidak dapat disamakan dengan ribuan pegawai lain yang gajinya relatif pas-pasan.Baca juga: Pegawai Bergaji Rp 6,2 Juta Bisa Naik MRT, LRT, dan BRT Gratis“Kalau gubernur, wakil gubernur, gajinya cukup pasti, tapi kalau ASN, enggak semuanya gede,” kata dia.Sebelumnya, Pemprov DKI menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2025 yang mengatur pemberian fasilitas transportasi umum gratis untuk 15 kelompok masyarakat.Penerima manfaat dapat mengakses Transjakarta, MRT, LRT, hingga Mikrotrans menggunakan kartu layanan khusus yang diterbitkan Bank DKI. 15 Kelompok yang Mendapat Fasilitas Transportasi Gratis itu di antaranya:
(prf/ega)
Alasan ASN Masuk 15 Golongan Naik Transportasi Gratis, Pramono: Tak Semua ASN Gajinya Gede
2026-01-12 04:20:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:47
| 2026-01-12 02:55
| 2026-01-12 02:53
| 2026-01-12 02:51
| 2026-01-12 02:27










































