Overqualified Salah, Underqualified Salah, Gen Z Bingung Apa yang Dicari Perusahaan

2026-01-12 06:35:53
Overqualified Salah, Underqualified Salah, Gen Z Bingung Apa yang Dicari Perusahaan
JAKARTA, - Kalian pernah nggak sih ngerasa serba salah pas cari kerja? Terlalu banyak pengalaman dibilang overqualified, tapi pas masih belajar malah dianggap underqualified. Mau entry-level, tapi diminta S1 plus dua tahun pengalaman.Ujung-ujungnya, banyak Gen Z bertanya, sebenarnya perusahaan itu nyari qualified yang kayak gimana, sih? Apakah gelar masih segalanya, atau sekarang udah kalah sama portofolio?Gue ngobrol sama tiga Gen Z dari latar yang beda-beda mulai multimedia, administrasi, sampai tenaga kesehatan, buat ngebongkar makna qualified versi dunia kerja hari ini.Muhammad Fawwaz Mumtazy (23 tahun), mahasiswa sekaligus multimedia and communication trainer, bilang kalau qualified itu bukan soal umur atau title semata.Baca juga: Trump Buka Lowongan Kerja, Tawarkan Gaji hingga Rp 3,4 M Per Tahun“Yang utama itu real skills dan real proof,” katanya kepada Kompas.com, Kamis .Di dunia kreatif, menurut Fawwaz, orang yang dibilang qualified bukan yang sekadar bilang “bisa Adobe”, tapi yang bisa nunjukin hasil video, storytelling, dan konsistensi karya.Tapi skill aja nggak cukup, attitude juga krusial.“Banyak yang jago, tapi susah diajak kerja. Itu langsung drop point,” ujr Fawwaz.Soal pengalaman, Fawwaz pernah ada di dua posisi ekstrem. Pernah ditolak karena dianggap kurang pengalaman, tapi juga pernah menolak karena justru terlalu basic untuk level skill-nya.“Kalau entry-level tapi minta dua tahun pengalaman, honestly itu wild,” ujarnya. Menurut dia, itu tanda HR belum nyambung sama realitas talent muda saat ini.Baca juga: Apindo: Hampir 67 Persen Pengangguran Gen ZPandangan serupa datang dari Fajar Ridwan Wijaya (23), yang sudah empat tahun bekerja di berbagai industri.Menurut Ridwan, qualified hari ini artinya siap kasih nilai sejak hari pertama.“Bukan cuma punya gelar, tapi punya skill teknis dan portofolio yang bisa diuji,” katanya saat diwawancarai, Minggu .Ridwan menyebut fenomena lowongan entry-level dengan syarat pengalaman sebagai masalah serius di pasar kerja, perusahaan ingin kandidat terbaik tapi dengan harga termurah.Baca juga: Persaingan Ketat, Begini Cara Mempersiapkan Diri Sebelum Wawancara KerjaRidwan juga menyoroti absurditas “lingkaran setan” pengalaman.


(prf/ega)