1,1 Hektar Kolong Tol Becakayu Disulap Jadi Kebun Sayur

2026-01-14 13:57:50
1,1 Hektar Kolong Tol Becakayu Disulap Jadi Kebun Sayur
JAKARTA, - Kelurahan Cipinang Melayu mengoptimalkan area kolong Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) sebagai lahan urban farming dengan total luas sekitar 11.000 meter persegi atau 1,1 hektar.Kasie Ekonomi Pembangunan Cipinang Melayu, Era Hotmauli, menjelaskan bahwa seluruh area dari RW 01 Halim hingga dekat Jakarta Islamic School (JIS) Kalimalang dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian tersebut."Ada 11.000-an meter persegi. kalau tidak salah ya, total semua ya, itu kan mulai dari RW 01 di daerah Halim sampai ujungnya itu di Jakarta Islamic School, JIS Kalimalang," ungkap Era saat ditemui, Kamis .Beragam tanaman tumbuh di lahan itu, mulai dari sawi, kangkung, singkong, cabai, jagung, tomat, pisang, hingga pohon keras seperti tabebuya."Kalau untuk cabai, memang kan lagi mahal ya, beberapa waktu yang lalu. Kalau untuk sayuran yang lainnya seperti terong, itu yang memang kita semai di kantor lalu ditanam di sini," tuturnya.Baca juga: Ketika Air Hujan Kolong Tol Becakayu Jadi Irigasi Kebun SayurEra juga menjelaskan bahwa program urban farming di kolong tol bermula dari inisiasi TNI setelah masa pandemi COVID-19, yang kemudian diteruskan oleh kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK)."Jadi awalnya itu ada dari TNI, memulai gerakan tanam itu loh, jamannya kita setelah COVID-19 ya, setelah kita covid itu, di sini tanam terong semua. Satu rumpun dari ujung sana sampai ujung sini itu tanam terong semua," jelas Era."Kebetulan kan memang orangnya waktu itu ada hasilnya ya. Jadi kita ngajak PKK dulu, sebelum kita ada pasar tumbuh yang dari Pak Munjirin yang baru ini. Kita ngajak PKK biar dijualin tuh," lanjutnya.Baca juga: Ribuan Warga di Jaktim Kini Bisa Masak Tanpa LPG, Hemat Sampai Rp 1,2 JutaSebelumnya, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, memanfaatkan aliran air hujan dari kolong Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu untuk menyiram lahan urban farming yang dikelola.Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa area di bawah tol tersebut ditanami berbagai jenis komoditas, seperti jagung, terong, cabai, kangkung, bayam, hingga kacang koro, yang ditanam memanjang di bawah konstruksi jalan tol maupun di tepi Kalimalang.Tanaman-tanaman itu tersusun rapi di bedengan tanah, dengan jalur air yang dirancang khusus untuk mengalirkan air hujan dari atas tol langsung ke area tanaman.Baca juga: Cerita Penumpang Terjebak di MRT Gelap, Dievakuasi Darurat Lewat TerowonganAir yang tertampung kemudian dialirkan melalui parit yang dibuat petugas PPSU agar penyiraman berlangsung lebih efisien.Meski begitu, penyiraman tambahan tetap dilakukan menggunakan air dari aliran Kalimalang ketika dibutuhkan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-14 13:06