Saat Tantangan Lapangan Tua Bertemu Teknologi Baru Pertamina Hulu

2026-01-11 23:27:54
Saat Tantangan Lapangan Tua Bertemu Teknologi Baru Pertamina Hulu
JAKARTA, — Tantangan penurunan produksi di lapangan migas yang semakin menua mendorong PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencari cara baru untuk menjaga kinerja hulu migas tetap berkelanjutan. Melalui penguatan kolaborasi teknologi, Subholding Upstream Pertamina berupaya menjembatani kebutuhan operasi dengan solusi yang lebih tepat guna.Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan Networked Collaboration for New Potential (NCNP), sebuah program yang dirancang untuk menyelaraskan persoalan operasional dengan inovasi teknologi.PHE menilai kolaborasi ini berpotensi memberikan nilai tambah, tidak hanya pada peningkatan produksi migas, tetapi juga pada kinerja finansial perusahaan.Salah satu terobosan yang diperkenalkan adalah aplikasi digital yang memungkinkan penyedia teknologi mengakses langsung informasi terkait tantangan operasi di lapangan. Dengan mekanisme ini, proses pencocokan kebutuhan dan solusi teknologi diharapkan berlangsung lebih cepat dan efisien.Baca juga: PHE OSES Optimalkan Pemanfaatan Gas Suar, Genjot Keandalan EnergiInisiatif tersebut mendapat apresiasi dari SKK Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai langkah strategis menuju efisiensi industri hulu migas.Inovasi tersebut dipaparkan dalam ajang Technology Day & Business Forum 2025 yang digelar pada 1–3 Desember 2025 di Jakarta. Forum ini menjadi ruang bagi PHE dan para penyedia teknologi untuk merespons tantangan produksi migas nasional melalui pendekatan inovatif.Selain diskusi panel mengenai arah pengembangan teknologi hulu migas, agenda forum juga mencakup peluncuran Buku Katalog Teknologi NCNP serta pemaparan kisah keberhasilan penerapan inovasi dari berbagai regional dan zona di lingkungan Subholding Upstream Pertamina.Komisaris Pertamina Hulu Energi, Nanang Untung, menilai kolaborasi teknologi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan lapangan migas mature yang secara alami mengalami penurunan produksi.“Technology Day & Business Forum merupakan langkah strategis untuk mempertemukan tantangan lapangan dengan solusi teknologi yang tepat guna. Melalui forum ini, kita bisa mempererat kerja sama antara pihak yang memberikan solusi dan yang membutuhkan solusi,” ujarnya, melalui keterangan pers, dikutip Selasa .Baca juga: Regulasi Baru Buka Peluang Kelola Sumur Tua di WonocoloDalam sesi diskusi panel, perwakilan Kementerian ESDM melalui Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Ariana Sumanto bersama Pertamina (Persero) dan SKK Migas membahas perubahan paradigma industri hulu migas. Pembahasan meliputi kebijakan untuk menarik investasi hingga percepatan produksi melalui penerapan teknologi.Direktur Pengembangan & Produksi PHE Mery Luciawaty mengatakan, tingginya partisipasi peserta mencerminkan semangat bersama dalam menjaga produksi migas nasional.“Dengan kontribusi sekitar 69 persen produksi minyak dan 37 persen produksi gas nasional, Subholding Upstream Pertamina memegang peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional. Forum ini menjadi ruang strategis untuk memadankan tantangan mature field, keragaman reservoir, dan fasilitas menua dengan teknologi yang fit for purpose,” jelasnya.Mery menambahkan, sinergi antara zona operasi dan penyedia teknologi akan terus diperkuat guna mendukung target produksi nasional sebesar 1 juta barrel per hari.“Melalui NCNP dan berbagai inisiatif teknologi lainnya, Subholding Upstream Pertamina optimistis dapat menjawab tantangan masa depan dengan solusi inovatif, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.Di sisi lain, PHE menyatakan tetap berkomitmen menjalankan pengelolaan bisnis hulu migas berdasarkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan juga menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery melalui pencegahan fraud dan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang terstandardisasi ISO 37001:2016.Baca juga: Lapangan Tua, Inovasi Baru: Strategi PHR Hadapi Tantangan Migas


(prf/ega)