NAYPYIDAW, - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai Myanmar tengah mengalami peningkatan kekerasan, represi, dan intimidasi menjelang pemilu yang dikendalikan militer dan dinilai sebagai pemilu palsu.Kantor HAM PBB menyebut pemilu tersebut digelar dalam kondisi yang tidak memberi ruang bagi partisipasi bebas dan bermakna. Junta militer dituduh menggunakan kekerasan brutal untuk memaksa warga memberikan suara.Pemilu ini menjadi yang pertama dalam lima tahun terakhir sejak kudeta militer pada 2021.Baca juga: Mengapa Myanmar Jadi Pusat Scam Dunia? Analis Ungkap SebabnyaKepala HAM PBB Volker Turk mengatakan, pemilu di Myanmar berlangsung dalam situasi yang sama sekali tidak kondusif bagi demokrasi.Ia menegaskan bahwa proses tersebut dilakukan di bawah tekanan dan ancaman kekerasan.“Otoritas militer di Myanmar harus berhenti menggunakan kekerasan brutal untuk memaksa orang memilih, dan berhenti menangkap orang-orang yang mengekspresikan pandangan berbeda,” kata Türk.Menurutnya, lingkungan seperti itu menutup peluang adanya pemilu yang bebas maupun bermakna.Myanmar akan menjalani pemilu pertamanya sejak militer menggulingkan pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi dalam kudeta berdarah pada 2021.Kudeta tersebut memicu perang saudara yang brutal dan berlarut-larut. Sejumlah tokoh pemerintahan, termasuk Suu Kyi, dipenjara oleh junta.Tahap pertama pemungutan suara dijadwalkan dimulai pada Minggu pukul 06.00 dan akan berlangsung hingga akhir Januari. Namun, sebagian partai politik besar tidak ikut serta dalam pemilu tersebut.Partai-partai yang ikut dalam pemilu disebut memiliki keterkaitan atau ketergantungan pada militer.Dari total 57 partai yang terdaftar, hanya enam yang bertarung secara nasional. Sisanya hanya berpartisipasi di satu negara bagian atau wilayah.Salah satu ketidakhadiran paling mencolok adalah Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi.Partai tersebut dibubarkan pada 2023 setelah sebagian besar pimpinan utamanya dipenjara sejak kudeta.Baca juga: Asyik Nobar SEA Games 2025, Puluhan Warga Myanmar DibomNLD sebelumnya menang telak dalam pemilu 2015 dan memperbesar kemenangan pada pemilu 2020.
(prf/ega)
Pemilu Myanmar Disebut Palsu, PBB Ungkap Junta Ancam Warga Berikan Suara
2026-01-11 04:11:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:52
| 2026-01-11 02:28
| 2026-01-11 02:24
| 2026-01-11 02:06
| 2026-01-11 02:05










































