52 Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Tamansari Bogor, BPBD: 9 Orang Mengungsi

2026-01-12 04:16:45
52 Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Tamansari Bogor, BPBD: 9 Orang Mengungsi
BOGOR, - Hujan deras disertai angin kencang merusak sedikitnya 52 rumah di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin .Tiga kepala keluarga (KK) yang terdiri 9 orang terpaksa mengungsi setelah rumah mereka tertimpa pohon.Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Adam Hamdani mengatakan, pohon-pohon tumbang menimpa permukiman di sejumlah kampung.Baca juga: Angin Kencang, Longsor, dan Banjir di Jonggol Bogor Rusak 21 RumahPihaknya menerima laporan kejadian pada Senin pukul 08.00 WIB dari aparat desa.Tim reaksi cepat atau TRC BPBD berangkat ke lokasi melakukan penanganan yang berlangsung hingga Senin petang. Hujan intensitas tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang dan merusak rumah warga.Baca juga: Atap Plafon SDN 1 Pangradin Bogor Ambruk, 76 Siswa Terdampak"Dikarenakan hujan deras disertai angin kencang sehingga mengakibatkan beberapa pohon tumbang yang berdampak (kerusakannya) pada rumah warga," ujar Adam dalam keterangannya, Senin .Berdasarkan data BPBD menunjukkan, kerusakan rumah tersebar di Kampung Nambo, Parigi, Dukuh Manis, Pangkalan, dan Jami.Dua rumah di RT 01/02 Kampung Nambo mengalami kerusakan berat setelah bagian atap tertimpa pohon, dengan total 3 keluarga atau 9 jiwa terdampak.Baca juga: Jelang Libur Nataru, Satlantas Polres Bogor Kembali Kaji Penerapan Car Free Night di Jalur Puncak"Ketiganya kini mengungsi ke tempat saudara di lokasi yang tak jauh dari rumah mereka," katanya.Sementara itu, 50 rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian atap, rata-rata 3 lembar asbes.Perbaikan sebagian telah dilakukan warga bersama aparat setempat."Sebagian rumah sudah diperbaiki, dan seluruh pohon tumbang berhasil dievakuasi," kata Adam.Dalam penanganan awal, tim melakukan asesmen, evakuasi, analisis kerusakan, hingga memberikan edukasi kebencanaan kepada warga.Adam  menyebut kebutuhan mendesak saat ini berupa logistik tanggap darurat dan terpal untuk penutup rumah yang rusak.Ia menambahkan, penanganan lanjutan tetap diperlukan oleh pihak terkait untuk memastikan seluruh rumah terdampak dapat kembali dihuni dengan aman.


(prf/ega)