SURABAYA, - Polda Jawa Timur (Jatim) mengungkap motif Bripka AS, seorang polisi yang membunuh adik iparnya sendiri.Pelaku disebut memiliki motif sakit hati dan ingin menguasai harta korban.Bripka AS, yang merupakan anggota Polres Probolinggo itu juga disebut pernah mengambil uang Rp 10 juta milik korban. Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Widi Atmoko mengungkap, motif Bripka AS membunuh adik iparnya FAN (21) karena sakit hati dan ingin menguasai harta korban.Baca juga: Bripka AS Diduga Bayar Teman Masa Kecil untuk Bunuh Mahasiswi UMM, Polda Jatim Dalami Peran SY“Yang kami temukan dan sudah kami yakini ada dua yaitu sakit hati dan ingin menguasai harta korban,” kata Widi Atmoko, Senin .Motif ingin menguasai harta korban itu, lanjut Widi Atmoko, diperkuat dengan temuan penyidik bahwa tersangka pernah mengambil harta korban.“Karena kami mendapatkan beberapa jejak yang bersangkutan sudah mengambil harta korban,” ujarnya.Bripka AS juga diketahui pernah mengambil uang korban sebesar Rp10 juta.“Uang (korban) yang baru diambil Rp10 juta,” ungkap Widi.Baca juga: Keluarga Mahasiswi UMM Mengendus Ada Indikasi Pelecehan Seksual yang Dilakukan Bripka ASPolda Jatim berkomitmen akan melakukan proses hukum pidana dan kode etik profesi kepada Bripka AS yang statusnya sebagai anggota Polres Probolinggo.Tetapi, dalam tindak pidana pembunuhan ini, Bripka AS tidak sendiri. Ia melakukannya bersama rekannya sejak kecil berinisial SY.Keduanya sama-sama ditetapkan sebagai tersangka.Diberitakan sebelumnya, jenazah FAN (21), mahasiswi UMM, asal Tiris, Probolinggo ditemukan warga di sebuah sungai pinggir Jalan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan pada Selasa .FAN diduga dibunuh oleh kakak iparnya sendiri, seorang anggota Polres Probolinggo Bripka AS dan dibantu temannya SY.Setelah dibunuh, jasad FAN dibuang dan ditemukan di Pasuruan dalam kondisi tertelungkup, mengenakan jaket hitam, celana panjang warna krem, serta helm berwarna pink.Baca juga: Pelaku Lain Pembunuhan Mahasiswi UMM, Teman Kecilnya Bripka ASTubuh korban lalu dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan otopsi.Berdasarkan hasil otopsi, korban dibunuh dengan cara dicekik. Hal itu dibuktikan dengan adanya luka lebam di bagian tubuh korban.
(prf/ega)
Motif Polisi Bunuh Adik Ipar Terungkap, Bripka AS Pernah Ambil Rp 10 Juta Milik Korban
2026-01-11 04:13:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:05
| 2026-01-11 03:09
| 2026-01-11 02:19
| 2026-01-11 01:52
| 2026-01-11 01:51










































