Daftar 60 Nama Siswa Peraih Medali Internasional sampai Oktober 2025

2026-01-12 05:52:51
Daftar 60 Nama Siswa Peraih Medali Internasional sampai Oktober 2025
- Para siswa di Indonesia telah menorehkan prestasi membanggakan di berbagai Ajang Talenta Internasional tahun 2025.Tercatat hingga bulan Oktober 2025. sebanyak 60 prestasi berhasil diraih di panggung internasional."Para murid berprestasi itu sebelumnya harus melalui perjalanan yang cukup panjang. Untuk mengikuti Ajang Talenta Internasional, mereka melewati serangkaian seleksi dan pembinaan secara bertahap," tulis Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) pada laman resminya, Rabu .Mereka bertanding dimulai dari Ajang Talenta Nasional tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga Nasional.Kemudian, mereka melalui tiga tahap pembinaan dan seleksi untuk menjadi bagian dari Tim Indonesia di Ajang Talenta Internasional.Beragam cerita lahir dari para sang juara, salah satunya dari murid yang berhasil menorehkan medali emas.Peraih medali Emas International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2025, Novin Raushan (SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta) mengatakan, sebelumnya ia sempat meraih medali Perunggu di ajang IOAA 2024. Ia kembali membuktikan dapat meraih prestasi lebih tinggi dengan meraih medali emas di IOAA 2025.“Dari kecil saya sudah memilih bidang astronomi. Dalam meraih prestasi, passion kita terhadap satu bidang itu sangat penting,” kata Novin.Baca juga: Kisah Jessie Usia 25 Tahun Jadi Doktor ITB, Dapat Predikat Summa CumlaudeKemudian, peraih medali Emas International Economics Olympiad (IEO) 2025, I Putu Dickson Partha Hartopo (SMA Negeri 1 Denpasar), merasa bersyukur bisa meraih medali Emas.“Saya sangat bersyukur sekali bisa membawa pulang medali Emas. Semua tahapan tes saya lewati dengan baik,” ungkapnya.Peraih medali Emas dan Perunggu International Earth Science Olympiad. IESO 2025, Fauzan Suhail Lubis (MAN 2 Pekanbaru), mengaku sangat bangga bisa mempersembahkan medali untuk Indonesia.“Senang banget karena bisa membawa hadiah untuk Indonesia di bulan Kemerdekaan,” ujar Fauzan.Tak kalah menarik, para murid berkebutuhan khusus turut andil menyumbangkan medali. Mereka memiliki cerita yang mengharukan untuk bisa berprestasi di ajang The 14th Salon Culinaire.Salah satunya, Mawaddah Warahmah dari SLB Negeri Kandangan Kab. Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Guru pendampingnya, Fitria Nuraini Herawati, menceritakan bahwa Mawaddah harus menempuh perjalanan jauh selama empat jam untuk sampai ke bandara. Selain itu, siswa didiknya itu berasal dari keluarga yang tidak mampu.“Perjuangan Mawaddah sangat luar biasa. Untuk sampai ke bandara, ia menempuh perjalanan empat jam. Ayahnya adalah seorang buruh serabutan dan Ibunya seorang buruh tani. Jadi saya lihat, dukungan orangtua Mawaddah sungguh luar biasa,” jelas Fitria dengan haru.Baca juga: Kisah Johar, Usia 71 Tahun Jadi Wisudawan Terbaik Unpad


(prf/ega)