Daftar Hari Besar Islam dan Hari Libur 2026 dalam Kalender Hijriah Kemenag Terbaru

2026-02-05 01:08:41
Daftar Hari Besar Islam dan Hari Libur 2026 dalam Kalender Hijriah Kemenag Terbaru
– Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam resmi merilis Kalender Islam 2026 atau Kalender Hijriah Indonesia untuk tahun mendatang.Penerbitan kalender ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi masyarakat, lembaga pendidikan, hingga instansi pemerintah dalam menyusun agenda keagamaan dan kegiatan nasional sepanjang tahun 2026.Kalender resmi yang dirilis Kemenag ini memuat sinkronisasi antara penanggalan Masehi dengan Kalender Hijriah, yang mencakup periode transisi tahun 1447 Hijriah hingga 1448 Hijriah.Selain sebagai penunjuk tanggal, Kalender Kemenag 2026 ini juga dilengkapi dengan daftar resmi Hari Libur Nasional 2026 serta jadwal Cuti Bersama 2026 yang telah disesuaikan dengan ketetapan pemerintah.“Kalender Islam 2026 menjadi pedoman agar pelaksanaan ibadah dan peringatan hari besar Islam berjalan lebih tertib dan seragam di seluruh wilayah Indonesia,” tulis keterangan resmi Kemenag dikutip dari laman simbi.kemenag.go.id, Senin .Baca juga: Kalender Februari 2026, Ini Rincian Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Potensi Long WeekendBerdasarkan data dari Kemenag, berikut adalah rincian hari besar keagamaan dan libur nasional sepanjang tahun 2026:Januari 2026Februari 2026Maret 2026 (Periode Idul Fitri 1447 H)Baca juga: Kalender Pendidikan 2026, Ini Jadwal Semester Genap dan Libur SekolahApril 2026Mei 2026Juni 2026Agustus 2026Desember 2026Baca juga: Kalender Jawa Januari 2026 Lengkap dengan Weton, Neptu, Wuku, dan Penanggalan HijriahBagi masyarakat yang membutuhkan versi fisik untuk dicetak (print), Kementerian Agama menyediakan akses unduh secara gratis. Dokumen ini sangat berguna untuk perencanaan kegiatan pendidikan, perkantoran, maupun pribadi.Anda dapat mengunduh Kalender Hijriah 2026 melalui tautan resmi di bawah ini:Link Download Kalender Islam 2026 - SIMBI KemenagDengan memiliki kalender resmi ini, umat Islam di Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan berbagai kegiatan keagamaan, seperti puasa sunnah, zakat, hingga perencanaan mudik lebaran secara lebih terukur.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-04 23:09