Bareskrim Ambil Alih Kasus Mobil Ringsek Berisikan 90 Ribu Pil Ekstasi

2026-02-04 16:07:48
Bareskrim Ambil Alih Kasus Mobil Ringsek Berisikan 90 Ribu Pil Ekstasi
Jakarta - Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri mengambil alih kasus temuan 90 ribu pil ekstasi di dalam mobil yang ringsek diduga akibat kecelakaan tunggal di Tol Lampung pada Kamis 20 November 2025.“Penanganan kasus tersebut diambil alih oleh Dittipid Narkoba Bareskrim Polri sejak hari Jumat tanggal 21 November 2025,” tutur Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso kepada wartawan, Minggu .Menurutnya, seluruh barang bukti telah dipindahkan ke Bareskrim Polri. Adapun alasan kasus tersebut diambil alih dalam rangka percepatan pengungkapan perkara.Advertisement“Untuk percepatan pengungkapan,” kata dia.Dua anggota TNI dari Korem 043/Garuda Hitam mengagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis ekstasi di Tol Trans Sumatra. Ribuan pil ekstasi ditemukan di dalam sebuah mobil yang ringsek.Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Kolonel (Inf) Donny Pramono menerangkan, kejadian bermula dari kecelakaan tunggal sebuah Nissan X-Trail hitam ringsek di KM 136 jalur B pada Kamis pukul 05.25 WIB."Mobil tanpa pengemudi," kata Donny dalam keterangan tertulis, Minggu .Kecurigaan muncul ketika Babinsa Koramil 0411-11/Terbanggi Besar, Sertu Eko Wahyudi, yang sedang melintas, turun untuk mengecek keadaan sekitar.Ketika itu, ditemukan enam tas mencurigakan di bawah Jembatan Tol Karang Endah. Dia segera menghubungi rekannya, Serda Maradang Simanjuntak untuk memastikan isi tas-tas tersebut."Hasil pemeriksaan ditemukan 34 kantong berisi pil ekstasi dengan estimasi jumlah mencapai sekitar 90.000 butir," ujar dia.Temuan itu langsung diteruskan ke kepolisian setempat. Tak lama, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni dan Dirresnarkoba Kombes Dwi Handoko tiba di lokasi sekitar pukul 08.45 WIB. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-04 16:16