Donor Darah PAM JAYA Tembus Rekor MURI, Dirut Tekankan Semangat Kemanusiaan

2026-02-04 09:09:52
Donor Darah PAM JAYA Tembus Rekor MURI, Dirut Tekankan Semangat Kemanusiaan
PAM JAYA meraih Rekor MURI berkat kegiatan donor darah yang mencapai 1.989 pendaftar dan sebanyak 1.538 pendonor berhasil mendonorkan darahnya. Mengusung tema "Perempuan Peduli, Perempuan Menginspirasi", kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ibu dan HUT PAM JAYA ke-103 tahun.Adapun rangkaian Donor Darah PAM JAYA 2025 dilaksanakan selama tiga hari di enam wilayah DKI Jakarta. Pada 24 Desember 2025, pelaksanaan digelar di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara dengan total 624 pendonor. Kemudian pada 27 Desember 2025, donor darah dilakukan di Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu dengan total 482 pendonor. Sementara saat puncak acara yang berlangsung pada 28 Desember 2025 di Jakarta Timur, tercatat ada 390 pendonor. "Pencapaian rekor MURI ini bukan hanya angka atau prestasi, tetapi cerminan kepedulian keluarga besar PAM JAYA kepada sesama. Seperti air yang kami alirkan setiap hari untuk kehidupan warga Jakarta, melalui donor darah ini kami ingin memastikan semangat kemanusiaan juga terus mengalir. Terima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi. Semoga kebaikan ini menjadi energi positif bagi kita untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi Jakarta," ujar Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).Arief menyampaikan capaian ini tidak lepas dari dukungan berbagai komunitas, antara lain Daya Wanita PAM JAYA, Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta, serta Komunitas Kebaya Jakarta.Tinjauan IPA Buaran hingga Penggalangan DanaPada puncak acara, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno beserta jajaran turut mengunjungi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran. Dalam kunjungannya, ia meninjau langsung kesiapan pelayanan air minum perpipaan bagi warga Jakarta serta memastikan keandalan infrastruktur pelayanan air minum perpipaan. Rano juga melihat langsung kegiatan donor darah yang digelar oleh PAM JAYA. Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Daya Wanita PAM JAYA dan Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta terkait pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan sepanjang tahun 2026. Kerja sama ini menjadi penguatan sinergi antara PAM JAYA dan organisasi pemberdayaan masyarakat untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh warga Jakarta.Sejalan dengan itu, PAM JAYA dan TP PKK DKI Jakarta akan melakukan pemberian bantuan 1.000 toren air gratis di awal tahun 2026 kepada warga Jakarta yang berada jauh dari titik suplai air minum perpipaan.Aksi solidaritas juga diwujudkan melalui dukungan PAM JAYA untuk masyarakat yang terdampak musibah di Sumatera. Hingga 28 Desember 2025, penggalangan dana bertajuk "103 Tahun PAM JAYA Mengalirkan Kepedulian untuk Sumatera" telah mencapai Rp208.457.672.Selain itu, bantuan tahap pertama telah disalurkan melalui BPBD DKI Jakarta pada 18 Desember 2025, berupa 236 paket sembako serta 20 toren air. Bantuan tahap berikutnya akan diberangkatkan pada 31 Desember 2025, terdiri atas IPA Mobil kapasitas 0,5 liter/detik (2 unit), Water Purifier kapasitas 0,5 liter/detik (8 unit), mobil tangki air kapasitas 4 m³ (10 unit), serta dukungan delapan operator dan 15 pengemudi mobil tangki air. Melalui kegiatan donor darah ini, PAM JAYA menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan air minum perpipaan, namun juga melalui aksi kemanusiaan. Sinergi Pemprov, BUMD, komunitas perempuan serta masyarakat menjadi kekuatan untuk mengalirkan kebaikan, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-02-04 08:04