Warga Ukraina Tuding Chip Buatan Amerika Jadi "Otak" Senjata Rusia

2026-01-14 16:50:50
Warga Ukraina Tuding Chip Buatan Amerika Jadi
Ringkasan: - Sejumlah warga Ukraina berbondong-bondong melayangkan gugatan ke beberapa perusahaan produsen chip kenamaan Amerika Serikat, termasuk Texas Instruments (TI).Gugatan yang diajukan lewat pengadilan di Texas ini menuduh perusahaan AS lalai melakukan pelacakan chip yang seharusnya dibatasi peredarannya.Karena kelalaian itu, chip tersebut diklaim dimanfaatkan untuk menggerakkan sistem senjata Rusia dan Iran, hingga menyebabkan kematian tak wajar pada tahun lalu.Selain TI, beberapa perusahaan chip AS lainnya yang terseret dalam gugatan ini yaitu AMD serta Intel. Menurut dokumen gugatan, ketiga perusahaan chip itu mengabaikan laporan publik, peringatan pemerintah, hingga tekanan investor, khususnya agar lebih giat melacak tujuan akhir chip-nya.Mereka juga dinilai tak serius menutup saluran distribusi gelap yang mengalihkan chip ke pihak yang terdampak sanksi di Rusia dan Iran.TI misalnya, menolak rekomendasi dewan direksi untuk memperkuat kepatuhan terhadap pembatasan ekspor, meskipun investor khawatir akan dampak finansial bila gagal dilakukan.Para penggugat mengeklaim, vendor-vendor chip itu justru mengutamakan keuntungan dengan memanfaatkan saluran berisiko tinggi, ketimbang menyelamatkan nyawa manusia.Menurut pengacara utama penggugat, Mikal Watts, para perantara yang memesan chip secara massal dan online selama ini hanya mencentang kotak pernyataan bahwa produk tersebut tidak akan dikirim ke negara yang dikenai sanksi."Ada daftar ekspor. Kami tahu persis apa yang membutuhkan lisensi dan apa yang tidak. Dan perusahaan tahu kepada siapa mereka menjual. Namun sebaliknya, mereka hanya mengandalkan kotak centang 'Saya tidak mengirim ke Putin'. Itu saja. Tidak ada penegakan hukum dan pertanggungjawaban," jelas Watts.Sementara itu, warga Ukraina menghadapi lima serangan yang diklaim menggunakan senjata yang ditenagai chip TI, AMD serta Intel. Salah satunya merupakan serangan yang dinilai paling mematikan di Kyiv, di mana rumah sakit anak terbesar Ukraina menjadi target pada Juli 2024. Beberapa warga sipil yang menggugat kasus ini yaitu mereka yang selamat dari serangan itu, khususnya setelah pulih dari luka parah. Beberapa lainnya merupakan orang selamat tetapi kehilangan orang yang mereka cintai hingga mengalami trauma.Gugatan itu menyebutkan bahwa Rusia tidak akan mampu mencapai target mereka tanpa chip yang dipasok dari AS. Chip dari perusahaan AS itu konon dipakai sebagai otak dari sistem senjata, termasuk drone, rudal tanpa awak, hingga rudal balistik."Chip ibarat kemudi mobil. Tanpanya, rudal dan drone tidak ada artinya," ujar Watts.Dok. Intelijen Pertahanan Ukraina via CNN Komponen yang ditemukan dalam Rudal Iskander 9M727 Rusia yang menghantam gedung pemerintah Ukraina di Kyiv pada Minggu berasal dari AS dan Eropa.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-14 16:35