Temuan Laboratorium Forensik Terkait Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan, DNA Korban di Gagang Pisau

2026-02-07 05:34:20
Temuan Laboratorium Forensik Terkait Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan, DNA Korban di Gagang Pisau
MEDAN, - Polrestabes Medan mengungkap hasil Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri dan Polda Sumut terkait kasus anak berinisial AL (12) yang diduga membunuh ibunya, F (42), di Kota Medan.Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak menyatakan bahwa DNA korban dan AL ditemukan pada gagang pisau."Hasil investigasi pisau itu memang sudah ada di rumah untuk kepentingan dapur," ucap Calvijn saat konferensi pers di Polrestabes Medan, Senin ."Jadi bukan dipersiapkan pelaku untuk melukai korban," sambungnya.Selain itu, DNA korban dan kakak AL ditemukan pada bilah pisau.Baca juga: Kasus Anak Diduga Bunuh Ibu di Medan, Polisi Periksa Ayah dan Kakak PelakuKakak AL sempat tersayat saat berusaha menghentikan tindakan AL.Darah di kamar lantai satu seluruhnya milik korban, sementara darah di lantai dua adalah DNA kakaknya yang membangunkan ayah."Kemudian, kelima, di celana dalam adik (AL) terdapat darah korban," ucapnya.Dalam kesempatan itu, Kombes Calvin memaparkan kronologi kejadian.Menurutnya, sebelum peristiwa terjadi, korban bersama dua anaknya tidur di kamar lantai satu, sementara suami beristirahat di lantai dua.Sekitar pukul 04.00 WIB pada Rabu , AL bangun dan mengambil pisau dari dapur, lalu melukai korban yang sedang tertidur."Adik (AL) mengambil pisau, membuka bajunya, dan melukai korban," kata Calvijn.Korban mengalami 26 luka tikam.Baca juga: Polisi Dalami Motif-Obsesi di Kasus Anak Diduga Bunuh Ibu di Medan Kakak korban terbangun karena ditimpa AL dan melihat ibunya ditikam berulang kali.Ia berhasil merebut pisau dari AL dan membuangnya di dalam kamar, namun tangannya sempat tersayat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-07 05:12