Gedong Duwur hingga Klenteng Tua Resmi Jadi Cagar Budaya di Indramayu

2026-01-12 04:02:14
Gedong Duwur hingga Klenteng Tua Resmi Jadi Cagar Budaya di Indramayu
INDRAMAYU, - Lima bangunan bersejarah di Kabupaten Indramayu ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten tahun ini.Kelima bangunan tersebut yakni SD Negeri 1 Bulak Kandanghaur, SMP Negeri 1 Sindang, Klenteng An Tjeng Bio, serta Gedong Duwur dan Asrama KNIL di kawasan Asrama Kodim 0616/Indramayu.Status ini ditetapkan oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Indramayu dalam sidang kajian dan rekomendasi penetapan yang digelar di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indramayu.Ketua TACB Indramayu Dedy S Musashi menjelaskan, penetapan cagar budaya bertujuan melindungi bangunan bersejarah dari perubahan tanpa izin dan mendorong pemanfaatannya sebagai ruang edukasi serta pariwisata."Bangunan yang sudah ditetapkan tidak boleh diubah atau diganti tanpa izin dari TACB," kata Dedy, Jumat .Baca juga: Bangunan Cagar Budaya di Padalarang Dirobohkan, Sisakan Tembok Tanpa AtapDedy turut memaparkan histori dan nilai penting lima bangunan tersebut. SD Negeri 1 Bulak, Kandanghaur, adalah satu-satunya bangunan bekas sekolah rakyat yang masih tersisa di Indramayu.Dibangun pada awal 1900-an, sekolah ini diperuntukkan bagi pribumi dengan masa belajar tiga tahun."Fungsinya saat itu untuk menyiapkan tenaga kerja lokal pada masa kolonial," ujarnya.Sementara SMP Negeri 1 Sindang dibangun sekitar 1911 dan dahulu merupakan sekolah dasar khusus bagi pria bangsa Eropa serta masyarakat Tionghoa yang tinggal di Indramayu.Klenteng An Tjeng Bio di Jalan Veteran, yang dibangun pada tahun 1848, juga memiliki nilai sejarah tinggi."Klenteng ini memiliki arsitektur khas dengan langgam Tionghoa yang masih terjaga hingga kini," ujar Dedy.Gedong Duwur menjadi salah satu bangunan kolonial penting. Bangunan itu dahulu berfungsi sebagai kantor atau kediaman Asisten Residen Belanda di Indramayu."Awalnya akan ditetapkan bersama dengan kawasan sekitarnya, namun setelah saran Dinas Permuseuman Jawa Barat, penetapan dipisah menjadi bangunan tunggal," katanya.Asrama KNIL yang masih satu kompleks dengan Gedong Duwur juga dinilai penting karena menyimpan jejak sejarah militer kolonial di Indramayu.Dedy mengatakan baru sekitar lima persen bangunan bersejarah di Indramayu yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Sisanya adalah ratusan bangunan berstatus Objek Diduga Cagar Budaya atau ODCB.


(prf/ega)