Kunjungi Tapanuli Tengah, Jusuf Kalla Beberkan 3 Tahap Penanganan Pascabencana

2026-01-15 17:02:51
Kunjungi Tapanuli Tengah, Jusuf Kalla Beberkan 3 Tahap Penanganan Pascabencana
TAPANULI TENGAH, – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Jusuf Kalla (JK) mengunjungi lokasi bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Kamis .Dalam kunjungannya, JK membeberkan penanganan pascabencana yang dilakukan melalui tiga tahap utama yakni tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi."Tahap pertama adalah tanggap darurat, di mana para korban masih tinggal di lokasi pengungsian dan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama," ujar JK saat mengunjungi Posko PMI di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah.Baca juga: Jusuf Kalla Minta Masjid Berkontribusi Bangun Masyarakat, Dari Pendidikan hingga Pemberdayaan EkonomiIa menambahkan, tahap kedua adalah rehabilitasi, yang mencakup pembersihan lingkungan dan rumah warga yang terdampak bencana.“Setelah itu masuk tahap ketiga, yaitu rekonstruksi, bagaimana mengembalikan suasana kehidupan dan pekerjaan masyarakat seperti semula, termasuk sawah dan kebun,” ungkapnya.JK menjelaskan, seluruh tahapan penanganan bencana ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta PMI.Bantuan logistik dan kebutuhan dasar telah disiapkan, termasuk dukungan untuk pembersihan rumah warga."Untuk tahap awal, kita fokus membersihkan rumah-rumah. Nanti bantuan lain seperti minuman dan kebutuhan tambahan akan dikirim," katanya."Jadi yang paling penting itu adalah kembali ke rumah. Itu programnya, baru pembersihan," ucapnya.Baca juga: 3 Minggu Gelap Gulita, Warga Tukka Tapanuli Tengah Terima Bantuan Genset dari Kompas.comDalam hal pelayanan kesehatan, JK menyebutkan bahwa petugas medis PMI telah bekerja secara bergilir.Rotasi dilakukan karena sebagian petugas telah bertugas selama dua minggu di lokasi bencana.“Petugasnya bergantian. Ada yang datang dari berbagai daerah, termasuk relawan, tenaga medis, polisi, dan TNI,” jelasnya.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut juga meng-update data korban akibat bencana ini.Berdasarkan data terbaru pada Rabu pukul 17.00, total korban meninggal mencapai 366 orang."Jumlah korban meninggal 366 jiwa, 75 hilang, terluka 2.284 jiwa, dan 20.877 mengungsi," ujar Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, Porman Mahulae, mengutip data dari BPBD Sumut.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-15 14:28