Dua Putra Raja di Tahta Pakubuwono XIV, KGPAA Hamengkunegoro dan KGPH Hangabehi

2026-02-06 20:57:55
Dua Putra Raja di Tahta Pakubuwono XIV,  KGPAA Hamengkunegoro dan KGPH Hangabehi
- Keraton Kasunanan Surakarta tengah memanas setelah dua sosok dinobatkan sebagai penerus tahta Pakubuwono XIV.Kondisi ini menimbulkan ketegangan di dalam kompleks keraton, bahkan aparat kepolisian dan TNI terlihat berjaga di lokasi pada Kamis .Kedua kubu yang berseteru adalah pihak KGPAA Hamengkunegoro, putra bungsu mendiang Pakubuwono XIII, dan pihak KGPH Hangabehi yang dinobatkan oleh Lembaga Dewan Adat (LDA).Keduanya sama-sama mengklaim diri sebagai raja yang sah, masing-masing dengan dasar dan legitimasi berbeda.Baca juga: Pegiat Sejarah Tanggapi Dualisme Takhta di Keraton Solo: Keraton Milik Dinasti, Bukan PeroranganLembaga Dewan Adat (LDA) menobatkan KGPH Hangabehi sebagai Pakubuwono XIV penerus tahta Keraton Solo, Kamis di Sasana Handrawina.Ketua LDA yang juga adik mendiang Pakubuwono XIII, GRAy Koes Murtiyah Wandansari, menegaskan bahwa Hangabehi merupakan sosok yang sah menjadi penerus tahta.Menurutnya, Hangabehi adalah putra tertua dari Pakubuwono XIII. Ia menilai pengangkatan permaisuri GKR Pakubuwono XIII, ibu dari KGPAA Hamengkunegoro, tidak sah sehingga pengangkatan putra mahkota pun dianggap tidak sah.“Kami berpegang pada yang namanya hak Gusti Allah yang memberikan. Gusti Behi yang sekarang Pakubuwono XIV kan tidak minta kepada Allah untuk dilahirkan lebih tua daripada Purbaya. Dan itu sudah ditekankan dijadikan acuan paugeran. Bahwa kalau tidak punya permaisuri ya sudah, anak laki-laki tertua. Tapi kan direkayasa seakan-akan ada permaisuri, ada surat wasiat, ada pengangkatan adipati anom sebelumnya, baru akan kita kaji secara hukum,” jelasnya.Baca juga: LDA Nobatkan KGPH Hangabehi sebagai Pakubuwono XIV, Dualisme di Keraton Surakarta Semakin PanasSementara itu, kubu KGPAA Hamengkunegoro menegaskan bahwa pengangkatannya sebagai Pakubuwono XIV dilakukan berdasarkan wasiat mendiang Pakubuwono XIII.Putri tertua almarhum, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, memastikan prosesi jumenengan Hamengkunegoro akan tetap digelar pada Sabtu .“Masih berjalan. Nanti kita pikirkan. Masih tetap sudah 70 persen berjalan. Tetap seperti upacara adat yang kita jalankan,” jelasnya.GKR Timoer menyesalkan adanya kerabat yang menggelar prosesi adat lain di luar kesepakatan keluarga besar Pakubuwono XIII.“Saya hanya kasihan keraton dipecah belah seperti ini. Seperti mengulang suksesi PB XIII yang lalu. Saya sedih saja Gusti Mangkubumi bisa berkhianat dengan kami putra-putri, kakak-kakak dan adik-adiknya. Itu saja yang saya sesalkan,” ujarnya.GKR Timoer juga menyebut pengangkatan Hamengkunegoro disaksikan oleh sejumlah pejabat, di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Wali Kota Solo Respati Ardi.Maha Menteri KGPA Tedjowulan hadir dalam penobatan KGPH Hangabehi di Sasana Handrawina, Kamis .


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-06 19:00