Ringkasan berita: - Setelah mendapat lampu hijau dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Nvidia gerak cepat menyiapkan 80.000 unit chip AI H200 untuk dikirim ke China dalam beberapa waktu ke depan. Sebelumnya, Nvidia dilarang mengekspor chip canggih tersebut ke Negeri Tirai Bambu. Namun, beberapa pekan lalu Trump melunak dan kembali memberikan izin. Menurut laporan Reuters, Nvidia berencana mengirimkan chip AI H200 ke China pada pertengahan Februari 2026, berdekatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek.H200 sendiri merupakan salah satu chip pengolah grafis (GPU) AI canggih yang dirancang untuk melatih model kecerdasan buatan berskala besar. Menurut sumber yang dekat dengan industri, pada tahap awal, Nvidia diperkirakan akan memasok 5.000 hingga 10.000 unit chip H200 memanfaatkan stok yang sudah tersedia.Jumlah tersebut nantinya dapat meningkat secara bertahap hingga mencapai total 80.000 unit, sesuai permintaan pasar dan ketersediaan pasokan.Meski sudah menentukan jadwal dan menyiapkan stok, Nvidia disebut masih menunggu persetujuan akhir dari regulator China. Dengan demikian, jadwal dapat berubah sewaktu-waktu apabila izin tidak diberikan tepat waktu. Baca juga: Trump Melunak, Nvidia Boleh Jual Chip AI Canggih ke China LagiLangkah Nvidia yang sudah menyiapkan puluhan ribu stok chip H200 disinyalir merupakan tanda bahwa izin pengiriman dari pemerintah China akan segera keluar. Nantinya, jika izin chip AI H200 benar terjadi, maka ekspor ini akan menjadi pengiriman legal chip AI terbesar ke China sejak aturan pembatasan diberlakukan pada 2022. Dampaknya pun diperkirakan akan terasa sepanjang satu tahun ke depan. Seperti disinggung di atas, H200 merupakan salah satu chip flagship Nvidia yang memiliki performa komputasi canggih untuk melatih model AI. Kekuatan chip ini bahkan diklaim lebih tinggi dibanding H20, varian yang sebelumnya dipasarkan secara khusus oleh Nvidia untuk China sebagai respons mengindari aturan batasan ekspor. Adapun selama pembatasan ekspor berlaku, perusahaan teknologi di China beralih dengan mengandalkan chip lokal seperti seri Ascend dari Huawei. Namun, kemampuan chip lokal tersebut ternyata masih belum bisa menyamai performa H200 Nvidia. Sebagai contoh, Ascend 910C milik Huawei tertinggal jauh dari H200 dalam hal throughput dan bandwidth memori. Kemudian, chip Biren BR104 juga memiliki keterbatasan serupa.Karena itu, situasi ini menciptakan dilema bagi pemerintah China. Mengadopsi kembali chip H200, tentu akan mempercepat pengembangan AI. Baca juga: Huawei Luncurkan Ascend 920, Chip AI Pelawan Aturan Amerika
(prf/ega)
Nvidia Siap Kirim 80.000 Chip AI Canggih H200 ke China
2026-01-12 06:21:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:29
| 2026-01-12 05:56
| 2026-01-12 05:50
| 2026-01-12 04:57
| 2026-01-12 04:34










































