JAKARTA, - Anggota Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih menyambut baik wacana pembatasan game online setelah adanya peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara.Jika wacana tersebut terealisasi, ia mengatakan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh sebatas administratif, melainkan perlu kolaborasi aktif dan penguatan kurikulum."Kami menyambut baik wacana tersebut, tentunya perlu pengawasan bersama dan kolaborasi aktif antara sekolah, orang tua, dan pemerintah. Pengawasan tidak hanya bersifat administratif," ujar Fikri dalam keterangan tertulisnya, Selasa .Baca juga: Game Online Akan Dibatasi Buntut Ledakan SMAN 72 Jakarta, Anggota DPR Minta Tak Asal LarangDi samping itu, Fikri juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan literasi digital bagi siswa, guru, dan orang tua.Menurutnya, kemampuan memilah dan memanfaatkan teknologi secara bijak menjadi penting di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.Selain itu, satuan pendidikan juga perlu memperkuat pengawasan internal guna memastikan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari perundungan.Ia mengusulkan, sekolah menyusun kurikulum lokal yang mendukung upaya tersebut. Kurikulum tambahan ini dapat dirancang melalui koordinasi para guru, tanpa keluar dari kurikulum nasional yang berlaku."Saatnya masing-masing satuan pendidikan berinisiatif, mata pelajaran mana saja yang mendukung hal ini agar guru-gurunya berkoordinasi menyusun bersama kurikulum lokal tentu tidak keluar dari kurikulum yang sekarang berjalan," ujar Fikri.Baca juga: KPAI Dukung Wacana Pembatasan Game Online PUBG Usai Ledakan di SMAN 72 JakartaSebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyinggung game PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) yang dinilainya berbahaya untuk anak-anak.Menurutnya, anak-anak secara psikologis menganggap kekerasan merupakan hal yang biasa ketika bermain game online seperti PUBG."PUBG. Itu kan di situ, kita mungkin berpikirnya ada pembatasan-pembatasan ya, di situ kan jenis-jenis senjata, juga mudah sekali untuk dipelajari, lebih berbahaya lagi," ujar Prasetyo di depan kediaman Prabowo, Jakarta, Minggu malam.Baca juga: Pramono Dukung Wacana Pembatasan Game Online Imbas Ledakan di SMAN 72 JakartaPrasetyo pun mengisyaratkan bahwa pemerintah akan mengkaji kembali pembatasan game online untuk membatasi pengaruh terhadap anak Indonesia.Pembatasan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap peristiwa ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta, pada Jumat ."Beliau (Prabowo) tadi menyampaikan bahwa kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh-pengaruh dari game online," ujar Prasetyo."Karena, tidak menutup kemungkinan, game online ini ada beberapa yang di situ, ada hal-hal yang kurang baik, yang mungkin itu bisa mempengaruhi generasi kita ke depan," sambungnya.Baca juga: Prabowo Bakal Batasi Game Online Buntut Ledakan di SMAN 72 Jakarta?
(prf/ega)
Anggota DPR Sambut Baik Wacana Pembatasan Game Online Imbas Ledakan di SMAN 72
2026-01-11 03:17:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:03
| 2026-01-11 04:00
| 2026-01-11 02:56
| 2026-01-11 02:51
| 2026-01-11 01:37










































