Capaian Polda Jateng 2025: Angka Kriminalitas-Gangguan Kamtibmas Menurun

2026-02-03 08:14:29
Capaian Polda Jateng 2025: Angka Kriminalitas-Gangguan Kamtibmas Menurun
Polda Jawa Tengah (Jateng) memaparkan capaian kerja selama 2025. Salah satunya yakni angka kriminalitas dan gangguan kamtibmas yang menurun.Hal itu diungkap Polda Jateng saat menggelar pers rilis akhir tahun 2025 di Gedung Borobudur Mapolda Jateng. pada Senin (29/12/2025) pukul 13.00 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, didampingi Dirresnarkoba, Dirreskrimum, Dirlantas, dan Dirsamapta Polda Jateng.Dalam kesempatan itu, Artanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, TNI, pemerintah daerah, dan insan pers atas dukungan serta sinergi yang telah terjalin sehingga situasi kamtibmas di Jateng sepanjang 2025 tetap aman dan kondusif."Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Namun kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan tugas Polri. Hal ini menjadi bahan evaluasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik ke depan," ujar Artanto dalam keterangan tertulis, seperti dilansir detikJateng, Selasa (30/12/2025).Artanto memaparkan, secara umum angka gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polda Jateng menurun, khususnya pada kejahatan konvensional yang turun signifikan disertai tingginya tingkat penyelesaian perkara.Di bidang pemberantasan narkoba, kata Artanto, Polda Jateng berhasil mengungkap ribuan kasus dengan barang bukti narkotika dalam jumlah besar. Polda Jateng pun berhasil menyelamatkan ratusan ribu jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba, sekaligus mengedepankan pendekatan rehabilitasi dan pencegahan.Di bidang lalu lintas, lanjut Artanto, meskipun jumlah kecelakaan mengalami peningkatan, angka korban meninggal dunia justru menurun. Menurunnya angka korban tewas itu, kata Artanto, seiring dengan penguatan upaya preventif melalui edukasi, sosialisasi, dan optimalisasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE)."Hal ini sekaligus bukti meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengutamakan keselamatan berlalu lintas," imbuhnya.Baca selengkapnya di siniSimak juga Video: Laka Lantas-Kriminalitas di Jatim Menurun Selama Operasi Ketupat Semeru 2025[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-03 08:19