Kawal Arus Mudik Nataru, Polres Dumai Perketat Pengawasan di Pelabuhan Pelindo

2026-02-05 12:30:55
Kawal Arus Mudik Nataru, Polres Dumai Perketat Pengawasan di Pelabuhan Pelindo
Polres Dumai memperketat pengawasan di Terminal Pelabuhan Internasional Pelindo Dumai, Jalan Datuk Laksamana, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keamanan arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang, pada Minggu (28/12/2025) memantau secara langsung pengamanan di Terminal Pelabuhan Internasional Pelindo Dumai. Angga mengatakan pelabuhan menjadi titik fokus kutama arena banyak warga yang tak hanya melakukan perjalanan domestik antar-pulau tetapi juga ke luar negeri."Kami menyebarkan petugas secara optimal untuk pastikan semua perjalanan aman dan lancar. Tidak ada ruang untuk kendala yang mengganggu keamanan warga," ujar AKBP Angga.Petugas kepolisian yang terlibat dalam Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 disebar di sejumlah titik strategis, antara lain area check-in, gerbang pemberangkatan, dan dermaga kapal. Personel melakukan pengawasan tata tertib serta pemeriksaan selektif barang bawaan untuk mencegah masuknya barang larangan.Dalam pengamanan ini, Polres Dumai bekerja sama erat dengan pihak PT Pelindo Dumai dan pengelola kapal untuk menyesuaikan jadwal dan memastikan prosedur keamanan terpenuhi."Kerja sama ini sangat krusial. Kami juga meminta penumpang untuk mematuhi semua aturan yang ada di terminal," tegasnya. Selama kegiatan, tiga kapal ferry domestik menuju Bengkalis, Buton, Tanjung Samak, Selat Panjang, Tanjung Balai Karimun, Batam, dan Tanjung Pinang (Kepri) berangkat dengan total 400 penumpang. Sementara itu, tiga kapal internasional menuju Malaka dan Muar (Malaysia) mengangkut 520 penumpang.Selama pemantauan, Kapolres memastikan situasi aman dan lancar. Tidak ada gangguan kamtibmas yang menonjol selama peninjauan berlangsung.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-05 10:39