Nasib Pedagang Pasar Loak Menteng, Pendapatan Turun dan Ditinggal Pembeli

2026-01-17 07:01:55
Nasib Pedagang Pasar Loak Menteng, Pendapatan Turun dan Ditinggal Pembeli
JAKARTA, - Deretan ruko beratap merah bata di sepanjang Pasar Loak, Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, masih berdiri rapi seperti puluhan tahun lalu.Namun, di balik penataan yang tertib dan citra kawasan wisata sejarah, denyut ekonomi para pedagang barang antik di tempat ini kian melemah.Sepinya pembeli dalam beberapa tahun terakhir membuat penghasilan pedagang jauh dari kata cukup, bahkan untuk memenuhi kebutuhan harian.“Kalau dulu, sebulan bisa dapat keuntungan sampai Rp 6.000.000. Itu murni untung, belum belanja barang lagi,” ujar Asep (64), pedagang barang antik yang ditemui Kompas.com di kiosnya, Senin .Baca juga: Setengah Abad Berdagang, Fauzy Tetap Bertahan di Pasar Loak Jalan Surabaya yang SepiAsep mulai berdagang di Pasar Loak Jalan Surabaya sejak 2020./LIDIA PRATAMA FEBRIAN Pengunjung di Pasar Loak Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin Meski terbilang pendatang baru dibanding pedagang lama yang sudah berjualan sejak era 1990-an, ia merasakan langsung perubahan drastis kondisi pasar.Menurut Asep, sistem berdagang barang antik sejatinya sederhana. Modal diputar dari satu barang ke barang lain. Namun, roda itu kini sering tersendat.“Sistemnya kan muter. Misalnya modal Rp 300.000 dijual Rp 500.000, untung Rp 200.000. Modalnya diputar lagi buat beli barang lain,” kata dia.Masalahnya, keuntungan yang dulu bisa menopang kehidupan keluarga, kini habis untuk menutup biaya hidup.Penghasilan bersih yang dulu dianggap cukup, tak lagi menyisakan tabungan.“Tapi sekarang keuntungan segitu sudah habis buat biaya. Bulanan, sekolah anak, dapur. Keuntungan Rp 6.000.000 itu sudah habis, enggak sisa,” ujar dia.Baca juga: Jalan Surabaya, Lorong Waktu Barang Antik yang Bertahan di Tengah Sepinya PembeliBahkan, dalam kondisi tertentu, Asep mengaku sering kali harus nombok.“Sekarang ini malah sering nombok. Kadang satu hari untung Rp 350.000, buat nutup hari-hari berikutnya yang kosong. Tutup lubang, gali lubang,” tutur Asep./LIDIA PRATAMA FEBRIAN Suasana Pasar Loak Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat yang sepi pembeli, Senin Ia mengenang masa ketika pasar masih ramai, dan omzet bisa melonjak tajam.“Pernah dulu, sebulan untung sampai Rp 30.000.000. Sekarang mah boro-boro,” katanya lirih.Sepinya pasar membuat kebiasaan pedagang ikut berubah.Jika dulu mereka bisa santai ngopi dan mengobrol sambil menunggu pembeli, kini pengeluaran ditekan seminimal mungkin.“Sekarang pedagang jarang ngopi, jarang nongkrong. Dulu sambil ngopi, ngobrol, ngerokok. Sekarang nahan pengeluaran,” ujar Asep.Baca juga: Cerita Pedagang Loak Jatinegara Bertahan di Tengah Ketidakpastian dan Persaingan OnlineMeski demikian, kios tetap dibuka setiap hari. Bagi Asep, menutup kios berarti menutup peluang rezeki.“Kita buka tiap hari, enggak ada libur. Siapa tahu besok ada yang beli. Daripada di rumah jenuh,” kata Asep.Tak jauh dari kios Asep, Agus (47) duduk menjaga toko milik orang lain.Statusnya bukan pemilik kios, melainkan penjaga yang mengandalkan pembagian hasil penjualan.“Iya, memang sudah sekitar lima tahunan begini. Sekarang memang sepi,” kata Agus saat ditanya soal kondisi pasar.Ia mengungkapkan, tak semua kios dibuka setiap hari.Banyak pedagang memilih menutup kios karena kelelahan menunggu pembeli yang tak kunjung datang.“Kadang-kadang malas buka. Enggak tiap hari ada penglaris. Capek juga, orang perlu istirahat,” ujar Agus.Baca juga: Pasar Loak Jatinegara Tetap Jadi Buruan Kolektor di Tengah Era DigitalDari pagi hingga menjelang sore, Agus mengaku belum ada satu pun transaksi.“Belum juga. Ini juga sudah mau jam tutup, sudah jam tiga,” kata Agus.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-17 04:44